Berita

Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini. (Foto: Instagram)

Bisnis

Didik J Rachbini:

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 17:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Indonesia dinilai masih sulit bersaing dengan negara tetangga jika basis pertumbuhan ekonomi masih mengandalkan dinamika dalam negeri.

"Kelemahan, kekurangan atau bahkan kesalahan kebijakan ekonomi terkait upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi utamanya hanya satu, yakni mengabaikan sektor luar negeri," kata Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 9 Agustus 2026.

Prof Didik menilai, upaya pemerintahan Indonesia selama ini terlalu inward looking, atau hanya sektor dalam negeri yang dikemas dengan berbagai kontroversi kebijakan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5 persen. 


"Dengan kebijakan selama ini tidak mungkin pertumbuhan ekonomi bisa menyamai Vietnam, yang berhasil mencatatkan pertumbuhan tahunan sampai 8,3 persen," sambungnya.

Kendati begitu, Prof Didik meyakini kelemahan kebijakan ekonomi tersebut bisa diatasi dengan transformasi kebijakan menjadi outward looking, sehingga investasi luar negeri akan masuk karena ada sistem insentif, dukungan infrastruktur yang baik, serta birokrasi yang ramah dan efisien. 

"Pada saat yang sama investasi dalam negeri bisa bertumbuh bersamaan dengan investasi luar negeri yang masuk, karena rancangan kebijakan orientasi ekspor (outward looking)," tuturnya. 

"Dengan begitu sektor industri akan berkembang jauh lebih baik dari yang sekarang ini karena dukungan sumber daya nasional yang kuat (resource based industry)," tutup Prof Didik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya