Berita

Ilustrasi (Generat AI)

Politik

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Temuan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengenai 6 juta data ganda penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu segera ditindaklanjuti untuk memastikan penyaluran program tepat sasaran.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zainul Munasichin menilai temuan tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan basis data antarlembaga yang berpotensi menghambat efektivitas penyaluran MBG.

“Kami meminta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh agar tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali," tegas Zainul kepada wartawan, dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.


Menurut Zainul, penyisiran dan validasi data penting dilakukan agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak yang membutuhkan program MBG.

"Temuan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola data penerima MBG. Jangan sampai masih ada anak yang membutuhkan program MBG ini tapi malah belum tersentuh program ini sama sekali," tegasnya.

Ia menyebut masih banyak anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang membutuhkan program MBG. Di sejumlah daerah tersebut, anak-anak masih menghadapi kerawanan pangan, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, tingginya angka stunting, serta kondisi ekonomi keluarga yang belum memadai.

Karena itu, menurutnya, MBG penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, meningkatkan kesehatan, serta mendukung konsentrasi dan prestasi belajar anak di sekolah.

"Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan administrasi. Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T, dapat menikmati Program MBG," kata Legislator PKB tersebut.

Zainul menambahkan, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga akurasi data penerima manfaat.

"Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia," pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya