Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Logam Mulia Kompak Meroket, Emas Diproyeksi Tembus 5.000 Dolar AS

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga logam mulia dunia kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat 7 Agustus 2026, dipimpin oleh lonjakan harga emas yang menembus level tertinggi dalam tujuh pekan. 

Tren positif ini dipicu oleh merosotnya data tenaga kerja Amerika Serikat yang memperkecil peluang bank sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga.

Secara spesifik, harga emas spot melonjak 2,3 persen menjadi 4.336,02 Dolar AS per troy ounce, setelah sempat melesat lebih dari 3 persen ke level tertinggi sejak 17 Juni. Kenaikan mingguan emas spot mencatatkan performa terbaik sejak 19 Januari dengan lonjakan lebih dari 7 persen sepanjang pekan.  


Sementara itu, kontrak emas berjangka AS turut menguat 2,3 persen hingga ditutup pada level 4.399,70 Dolar AS per troy ounce.

Langkah penguatan ini juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya yang seluruhnya berada di jalur kenaikan mingguan. Harga perak spot melonjak 3 persen menjadi 63,29 Dolar AS per troy ounce, platinum menguat 1,1 persen ke posisi 1.747,60 Dolar AS per troy ounce, dan palladium terangkat 0,8 persen menjadi 1.381,61 Dolar AS per troy ounce.

Penguatan emas didorong oleh rilis data nonfarm payrolls AS yang secara mengejutkan memangkas 23.000 lapangan kerja pada Juli, berbanding terbalik dari perkiraan ekonom yang memproyeksikan penambahan 80.000. 

Kondisi ini menekan nilai Dolar AS dan mengubah ekspektasi pasar. Berdasarkan data LSEG, probabilitas The Fed menahan suku bunga pada September melonjak menjadi 56,1 persen dari sebelumnya 43,2 persen. 

Ekspektasi suku bunga rendah ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (yield), bahkan lembaga keuangan UBS memproyeksikan harga emas mampu menyentuh 5.000 Dolar AS per troy ounce pada paruh pertama 2027.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya