Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Global

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

KAMIS, 30 JULI 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ketertarikannya mempelajari keberhasilan India dalam membangun jutaan rumah bagi rakyat sebagai referensi untuk mempercepat program penyediaan hunian di Indonesia. 

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri akad massal 62 ribu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. 

Kepala Negara mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai terobosan agar target pembangunan rumah dapat dicapai lebih cepat dan efektif.


Prabowo kemudian menyoroti capaian India yang dinilainya patut menjadi bahan pembelajaran. 

"Saya tertarik pada pengalaman bangsa India. Mereka mampu membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, atau kira-kira 3 juta rumah setiap tahun. Ini sedang saya pelajari, bagaimana caranya. Ada teknik-teknik tertentu, dan ini bisa kita coba," ujarnya.

Untuk itu, Presiden menegaskan pemerintah tidak segan mengirim tim ke berbagai negara, seperti India, Mesir, dan Tiongkok guna menyerap pengalaman terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia. 

"Saya mengirim tim ke mana-mana. Saya kirim tim ke Tiongkok, tim ke India, tim ke Mesir untuk melihat, mencatat, dan belajar. Kita ambil yang terbaik dari bangsa-bangsa lain. Di bidang perumahan pun demikian. Kita cari teknik-teknik terbaik dan kita mengundang mitra-mitra terbaik," tegasnya.

Prabowo menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah bekerja cepat untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyampaikan janji. 

"Kita akan bekerja dengan sangat cepat agar segera dapat memberikan hasil nyata kepada rakyat sekaligus menggerakkan ekonomi kita. Saya kira itu sudah jelas," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya