Berita

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Gerindra Kaji Hasil Survei SMRC, Sebut Bisa Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah

KAMIS, 30 JULI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Partai Gerindra menyatakan akan mengkaji hasil survei yang menunjukkan perubahan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta kenaikan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). 

Menurut Gerindra, hasil survei tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah setelah dibandingkan dengan temuan dari lembaga survei lainnya.

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya mencermati berbagai hasil survei yang telah dipublikasikan, termasuk survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).


"Ya ada beberapa survei, misalnya SMRC, kemudian Pak Burhanuddin Muhtadi yang dipublish melalui media massa. Nah, tentunya kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji, dan tentunya juga hasil survei juga itu adalah berupa masukan-masukan yang nantinya kita akan komparasikan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Dasco, hasil survei dapat menjadi masukan bagi pemerintah apabila setelah dikaji terbukti sejalan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

"Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah perlu menilai berbagai hasil survei secara objektif dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi apabila sesuai dengan situasi aktual.

"Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat itu," ucapnya.

Menanggapi hasil survei SMRC yang menempatkan Dedi Mulyadi unggul dalam simulasi elektabilitas calon presiden, Dasco menilai dinamika tersebut merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik.

"Ya kan kalau yang nama survei fluktuatif. Kadang naik kadang turun, dan itu survei yang satu dengan yang lain kan kadang sama kadang berbeda. Itu yang bisa saya sampaikan," katanya.

Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025.

Dalam simulasi elektabilitas calon presiden, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 35 persen, unggul atas Prabowo Subianto yang meraih 14,5 persen. Sementara pada simulasi dua nama, Dedi memperoleh 59 persen dukungan, sedangkan Prabowo 28,3 persen.


Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya