Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera. (Foto: istimewa)

Politik

Elektabilitas Prabowo Turun Jadi Sinyal Perubahan Kebijakan dan Line Up Kabinet

KAMIS, 30 JULI 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menanggapi hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Mardani menilai hasil survei harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Menurutnya, meski survei bersifat dinamis, angka-angka tersebut dapat menjadi gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

"Survei selalu dinamis. Tapi pada saat yang sama bisa jadi jendela memahami opini publik saat ini," ujar Mardani lewat akun X miliknya, Kamis, 30 Juli 2026.


Ia mengatakan, turunnya elektabilitas dan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah dapat menjadi sinyal perlunya perubahan, baik dalam arah kebijakan maupun susunan kabinet.

"Elektabilitas yang turun dan kepuasan publik yang rendah jadi sinyal bagi perubahan kebijakan dan line up kabinet," katanya.

Meski demikian, Mardani menyebut Presiden Prabowo masih memiliki waktu yang cukup untuk merespons hasil survei tersebut secara tepat. Ia menilai pemerintah memiliki modal politik yang kuat untuk melakukan perbaikan.

"Masih panjang waktu bagi Presiden Prabowo untuk merespons dengan akurat hasil survei ini," ungkapnya.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, kekuatan utama pemerintahan Prabowo saat ini adalah dukungan politik yang besar dari koalisi pemerintahan serta kondisi sosial yang relatif stabil.

"Pak Prabowo punya modal sangat kuat: dukungan mutlak koalisi dan stabilitas sosial yang aman," jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah pada dasarnya cukup sederhana, yakni tersedianya lapangan kerja, harga kebutuhan yang stabil, serta roda ekonomi yang terus bergerak.

"Harapan publik sederhana: lapangan kerja, harga stabil, dan ekonomi bergerak," pungkas Mardani.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya