Berita

Mantan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

KAMIS, 30 JULI 2026 | 11:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penetapan Iptu Setya Budi Dias Oktaviano sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengejutkan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata.

Pasalnya, Dias merupakan anggota Brimob Polri yang pernah bertugas sebagai ajudan Alexander Marwata selama sembilan tahun ketika masih menjabat sebagai pimpinan KPK.

Alexander mengaku tidak menyangka mantan ajudannya tersebut kini harus berhadapan dengan proses hukum sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan yang ditangani KPK.


"Selama 9 tahun bersama saya, yang bersangkutan menunjukkan kinerja yang baik dan profesional," kata Alex kepada RMOL, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Alex, sebelum diperbantukan di KPK, Dias merupakan personel Brimob Polri. Ia juga pernah menjadi bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sudan.

Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai pimpinan KPK, Alexander mengaku masih sesekali berkomunikasi dengan Dias sekadar untuk menanyakan kabar. Ia bahkan sempat menghadiri acara pernikahan anak mantan ajudannya tersebut.

"Sangat tidak menyangka. Kadang masih berkomunikasi meskipun hanya sekadar menanyakan kabar. Waktu dia mantu, saya juga datang. Makanya sedih sekali mendengar yang bersangkutan terlibat kasus korupsi," ungkap Alex.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang. Mereka yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, orang kepercayaan bupati Mohamad Haris, Iptu Setya Budi Dias Oktaviano selaku Staf Administrasi KPK yang merupakan anggota Brimob Polri yang diperbantukan di KPK, serta Lilik Budi Suprianto selaku pihak swasta yang juga ayah dari Dias.

KPK mengusut perkara tersebut dalam dua klaster. Pertama, dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terhadap anak buahnya dan pihak swasta. Kedua, dugaan pemerasan yang dilakukan Iptu Dias terhadap Bupati Anom.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan Dias merupakan staf administrasi KPK yang berasal dari institusi Polri.

"Yang bersangkutan merupakan staf administrasi pada KPK yang memang merupakan personel perbantuan dari instansi Kepolisian," kata Budi.

Dalam OTT yang berlangsung sejak Selasa, 28 Juli 2026, sebanyak 21 orang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut. Rinciannya, lima orang diamankan di Jakarta, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo.

Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar serta sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan suap proyek dan jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pemalang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya