Berita

Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)

Politik

Elektabilitas Turun Drastis, Lampu Kuning Bagi Prabowo Menuju Pilpres 2029

KAMIS, 30 JULI 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penurunan tajam elektabilitas Presiden Prabowo Subianto dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dinilai menjadi sinyal peringatan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan adanya korelasi antara merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan dengan turunnya elektabilitas Prabowo.

Berdasarkan survei SMRC, elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka turun dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026. 


Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melonjak dari 19,7 persen menjadi 35 persen pada periode yang sama.

"Hasil survei itu sejalan dengan menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto. Pada November 2025 kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo 81,2 persen dan pada Juli 2026 turun menjadi 51,1 persen," ujar Jamiluddin kepada wartawan, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Jamiluddin, penurunan kepuasan publik tersebut berkorelasi langsung dengan merosotnya elektabilitas Prabowo.

"Semakin tidak puas publik terhadap kinerja Prabowo semakin turun elektabilitasnya," katanya.

Jamiluddin menilai kondisi itu menjadi lampu kuning bagi Prabowo apabila berkeinginan kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.

Menurutnya, apabila tren penurunan elektabilitas terus berlanjut hingga mendekati pemungutan suara, peluang Prabowo untuk kembali memenangkan Pilpres akan semakin kecil.

Yang menarik, lanjut Jamiluddin, suara Prabowo justru bergeser kepada Dedi Mulyadi yang juga merupakan kader Partai Gerindra.

"Dedi yang hanya memimpin Jawa Barat mampu menyalip elektabilitas Prabowo,” ujarnya.

Ia bahkan memperkirakan elektabilitas Dedi masih berpotensi meningkat apabila tetap konsisten membangun infrastruktur hingga ke pedesaan serta menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Sebaliknya, Jamiluddin mengingatkan elektabilitas Prabowo dapat terus merosot apabila pemerintah gagal memperbaiki kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

"Bila hal itu terus terjadi hingga mendekati 2029, maka peluang Prabowo memenangkan Pilpres 2029 relatif tertutup,” katanya.

Karena itu, Jamiluddin menyarankan Prabowo segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan publik, terutama dengan membenahi sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

Ia juga mendorong Presiden melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran menteri yang membidangi ketiga sektor tersebut.

"Prabowo harus tegas dan berani mereshuffle menteri tiga bidang tersebut. Tanpa keberanian mengganti para menteri di tiga bidang itu, tampaknya sulit bagi Prabowo untuk memulihkan ekonomi, politik, dan hukum,” ujarnya.

Menurut Jamiluddin, pergantian menteri diharapkan dapat mempercepat pemulihan kinerja pemerintah sekaligus mengembalikan tingkat kepuasan publik, sehingga elektabilitas Prabowo dapat kembali meningkat menjelang Pilpres 2029.

“Pilihan tersebut memang teramat sulit, tapi hal itu tampaknya harus diambil bila Prabowo memang ingin mendongkrak kembali elektabilitasnya,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya