Berita

Penggiat media sosial sekaligus loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah. (Foto: Istimewa)

Hukum

Geisz Chalifah Buka Suara soal Pemeriksaan KPK

KAMIS, 30 JULI 2026 | 00:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Jurubicara Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas Amin) saat Pilpres 2024, Geisz Chalifah buka suara soal pemeriksaan dirinya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi per metrik ton produksi batubara di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Rabu 29 Juli 2026.

Geisz mengaku diperiksa penyidik KPK terkait proses penjualan rumah tiga rumah yang dibangunnya di atas sebidang tanah seluas kurang lebih 600 meter persegi di Jalan Batu Merah III.  Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Ketiga rumah itu kemudian terjual. Salah satunya dibeli oleh Bagus Hariyanto pada Mei 2014.


Sertifikat tanah tersebut semula atas nama Geisz, kemudian dialihkan kepada Bagus Hariyanto sebagai pembeli. Setelah itu, rumah beserta sertifikatnya kembali berpindah tangan kepada pihak lain.

"KPK memanggil saya semata-mata untuk memberikan keterangan mengenai proses penjualan rumah tersebut. Hal itu dilakukan karena salah satu pihak yang pernah membeli rumah tersebut terkait dengan perkara yang sedang ditangani KPK," kata Geisz, dikutip dari akun Facebook pribadinya, Kamis 30 Juli 2026.

Secara pribadi, Geisz mengaku tidak memiliki hubungan apa pun selain hubungan hukum sebagai penjual dan pembeli rumah. 

"Saya juga tidak mengenal secara personal pihak yang bersangkutan," kata Geisz.

Geisz mengaku memenuhi panggilan KPK tersebut dan memberikan keterangan sejelas-jelasnya. 

"Pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam," kata Geisz.

Geisz melanjutkan, suasana pemeriksaan berlangsung baik dan profesional. Bahkan, lebih banyak berbincang dan sesekali bercanda dengan penyidik.

"Karena pada dasarnya yang mereka perlukan hanyalah konfirmasi atas data dan dokumen yang telah mereka miliki," pungkas Geisz.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya