Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Ingatkan Lulusan IPDN Waspadai Politik Adu Domba Asing

RABU, 29 JULI 2026 | 15:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para Pamong Praja Muda Angkatan ke-33 IPDN agar mewaspadai berbagai upaya adu domba yang kerap digunakan pihak asing untuk melemahkan Indonesia. 

Pesan itu disampaikan saat memberikan arahan usai melantik para lulusan IPDN di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Prabowo, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sejak lama menjadi daya tarik bangsa-bangsa lain. 


Karena itu, berbagai cara dilakukan untuk menguasai Indonesia, termasuk melalui strategi devide et impera atau memecah belah masyarakat yang telah diterapkan sejak ratusan tahun lalu.

"Saudara-saudara, banyak pemimpin-pemimpin kita ratusan tahun diadu domba. Divide et impera, pecah belah dan berkuasa. Itu adalah hukum mereka. Itu adalah ilmu mereka. Divide et impera, pecah belah. Pecah belah antara suku, pecah belah antara agama, pecah belah antara ras, pecah belah antara kelompok etnis, pecah belah antara golongan," tegas Prabowo.

Untuk menghadapi tantangan tersebut Indonesia membutuhkan pemerintahan dalam negeri yang kuat, profesional, dan bersih. 

Menurut Kepala Negara, keberhasilan sebuah negara sangat ditentukan oleh aparatur pemerintahan yang disiplin, berintegritas, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Dengan pemerintahan dalam negeri yang demikian, sejarah manusia mengajarkan kepada kita bahwa negara akan berhasil, bangsa akan menjadi makmur, rakyat akan jadi sejahtera," ujarnya.

Prabowo juga menegaskan cita-cita Indonesia adalah menjadi negara maju, modern, dan mandiri tanpa bergantung pada bangsa lain. 

Dia berharap para pamong praja muda menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemerintahan yang mampu menjaga kedaulatan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Setiap warga negara mendapat penghasilan yang layak dan cukup. Tidak ada di antara rakyat Indonesia yang lapar. Tidak ada anak-anak Indonesia yang tidak bisa sekolah. Tidak ada warga negara kita yang tidak bisa mendapat pelayanan rumah sakit bila perlu. Tidak ada di antara rakyat kita yang tidak tinggal di rumah yang layak. Itu cita-cita kita. Itu perjuangan kita. Itu nanti tugas saudara-saudara sekalian," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya