Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kadin: Pengembangan AI Harus Dibarengi Penguatan Semikonduktor

RABU, 29 JULI 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menekankan bahwa fondasi utama dalam memacu pengembangan kecerdasan buatan tidak bisa lepas dari penguatan industri semikonduktor dan ketersediaan infrastruktur digital yang solid. 

Sinergi antara komponen-komponen teknologi ini dinilai vital untuk membangun ekosistem digital nasional yang tangguh sekaligus mendongkrak daya saing industri di tingkat regional.

Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin Indonesia, Firlie H. Ganinduto, menjelaskan bahwa keberhasilan adopsi AI sangat bergantung pada kesiapan sarana pendukung seperti jaringan telekomunikasi, konektivitas satelit, pusat data, hingga layanan komputasi awan. Menurutnya, penguasaan infrastruktur digital dan semikonduktor juga akan memicu lompatan besar pada sektor lain seperti internet of things, keamanan siber, robotika, hingga teknologi otomasi manufaktur.


Menjelang ajang Indonesia Technology and Innovation 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus di Jakarta, Kadin mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia solusi teknologi.

"Transformasi digital membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan para pelaku teknologi. INTI 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut, membuka peluang kemitraan, serta mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia yang inovatif, terpercaya, dan berdaya saing," kata Firlie dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu 29 Juli 2026.

Firlie menambahkan, keterhubungan yang erat antara infrastruktur digital, semikonduktor, dan pengembangan AI tidak hanya akan mengefisiensikan proses produksi nasional, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain utama teknologi di kawasan Asia Tenggara.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya