Berita

Pembukaan pameran PRO AVL Indonesia 2026 di Hall 9, NICE PIK 2, Tangerang, Selasa 28 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ekosistem Industri Musik Didorong Berbadan Hukum Koperasi

RABU, 29 JULI 2026 | 02:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong seluruh pelaku yang tergabung dalam ekosistem industri musik Indonesia untuk membentuk badan hukum koperasi sebagai langkah memperkuat daya saing sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga, Henny Navilah, saat membuka pameran PRO AVL Indonesia 2026 di Hall 9, NICE PIK 2, Tangerang, Selasa 28 Juli 2026.

Menurut Menteri Koperasi, koperasi dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekosistem industri musik karena mampu memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam memperoleh akses pembiayaan, memperluas pasar, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


"Melalui koperasi, para pelaku industri yang tergabung dalam ekosistem industri musik Indonesia akan lebih mudah mengakses pembiayaan, pengadaan barang, akses pasar, perlindungan usaha, hingga peningkatan kompetensi SDM. Kementerian Koperasi siap memfasilitasi kebutuhan tersebut," kata Henny saat membacakan sambutan Menteri Koperasi.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Indonesia memiliki 224.734 koperasi aktif dengan jumlah anggota mencapai 33,9 juta orang serta volume usaha sebesar Rp257,1 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa koperasi tetap menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional sekaligus instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bahkan, sejumlah koperasi yang beranggotakan generasi muda atau Gen Z telah berkembang dan menjadi contoh keberhasilan model bisnis berbasis kolaborasi," kata Henny.

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan PRO AVL Indonesia 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri audio, visual, lighting, dan musik dari berbagai negara untuk memperluas kolaborasi sekaligus memperkenalkan inovasi teknologi terbaru.

Menurut Daud, selama empat hari penyelenggaraan, PRO AVL Indonesia 2026 diikuti 60 brand internasional dari 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, Italia, Denmark, Swedia, Austria, China, Spanyol, dan Indonesia. Mereka menghadirkan berbagai solusi teknologi mutakhir yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri kreatif dan hiburan di Indonesia.

"Kami optimistis sinergi yang terbangun selama PRO AVL Indonesia 2026 akan membuka peluang bisnis baru, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus membawa industri audio, visual, lighting, dan musik Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global," ujar Daud.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya