Berita

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Hengky Wijaya. (Foto: Dok PKB)

Nusantara

Legislator Desak Usut Tuntas Tewasnya Tiga Pekerja di Proyek PAM Jaya

SELASA, 28 JULI 2026 | 18:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Insiden maut terjadi di proyek jaringan distribusi pipa air bersih PAM Jaya di kawasan Jalan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Tiga pekerja subkontraktor PT Moya Indonesia dilaporkan tewas saat bekerja di saluran gorong-gorong.

Dugaan sementara menyebutkan ketiga korban kekurangan oksigen dan terpapar gas berbahaya saat bekerja di ruang terbatas (confined space), sementara penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.

Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Hengky Wijaya, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, sekaligus mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan tidak berhenti hanya pada teguran administratif. 


"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tiga nyawa melayang saat bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, dan itu tidak boleh dianggap sebagai risiko kerja yang selesai begitu saja dengan permintaan maaf atau surat peringatan," ujar Hengky, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menegaskan, Komisi B akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan memanggil manajemen PT Moya Indonesia selaku pelaksana proyek, bersama jajaran direksi PAM Jaya, untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban penuh. 
"Kami akan panggil Moya untuk memberikan penjelasan resmi kepada Komisi B. Sebagai mitra strategis PAM Jaya dalam proyek SPAM, Moya tidak bisa hanya menyatakan keprihatinan dan melakukan evaluasi internal. Publik berhak tahu, dan DPRD punya kewajiban mengawasi bagaimana proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini dijalankan tanpa mengorbankan keselamatan pekerja," tegasnya.

Hengky menambahkan, PAM Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut bertanggung jawab meski insiden terjadi pada level subkontraktor. 

"PAM Jaya tidak bisa hanya melempar tanggung jawab ke subkontraktor. Sebagai pemilik proyek, PAM Jaya wajib memastikan setiap mitra kerjanya menjalankan standar K3 sesuai ketentuan yang berlaku. Surat peringatan saja tidak cukup, harus ada evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek SPAM yang melibatkan pekerjaan di ruang terbatas," katanya.

Menurutnya, insiden ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh BUMD terkait untuk mengevaluasi standar keselamatan kerja di setiap proyek infrastruktur berisiko tinggi. 

"Keselamatan pekerja adalah harga mati. Semangat kami di PKB selalu berpihak pada kaum buruh dan pekerja kecil yang sering kali menjadi pihak paling rentan dalam proyek-proyek besar. Jangan sampai target penyelesaian proyek mengorbankan nyawa manusia," ujarnya.

Dia juga mendorong proses hukum berjalan objektif serta pemenuhan hak-hak korban, termasuk santunan dan jaminan sosial ketenagakerjaan, secara penuh oleh perusahaan penanggung jawab.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya