Berita

Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: RMOL)

Bisnis

Pengganti Perry Warjiyo Harus Independen dan Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

SELASA, 28 JULI 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi kepemimpinan di bank sentral. 

Menurut Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Handi Risza, pergantian kepemimpinan ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat independensi BI serta meningkatkan kredibilitas perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global.

"Transisi ini harus melahirkan transformasi peran dan kepemimpinan Gubernur BI yang lebih berani dan independen. Kita harus mengembalikan peran dan fungsi Bank Indonesia murni sesuai amanat Undang-Undang BI. Tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, bukan dijadikan back-up atau instrumen talangan untuk membiayai defisit anggaran," ujar Handi lewat keterangan resminya, Selasa, 28 Juli 2026.


Ia menilai, dalam beberapa waktu terakhir terdapat kecenderungan bank sentral dibebani peran pembiayaan fiskal yang melampaui fungsi idealnya. Karena itu, kepemimpinan baru di BI diharapkan mampu mengembalikan fokus bank sentral pada mandat utamanya, yaitu menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah.

Handi juga mengingatkan bahwa tantangan makroekonomi ke depan akan semakin kompleks, terutama akibat dinamika kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Oleh sebab itu, BI dituntut menghadirkan kebijakan moneter yang adaptif, lincah (agile), dan responsif terhadap perubahan situasi.

"BI tidak boleh kaku atau sekadar pasif mengekor kebijakan global. Perlu strategi yang matang dan respons moneter yang cepat untuk menjaga nilai tukar rupiah dari gejolak eksternal. Namun, kebijakan tersebut juga harus tetap selaras dengan arah kebijakan ekonomi nasional agar tidak mengorbankan sektor riil maupun momentum pertumbuhan domestik," jelasnya.

Selain itu, Handi mendorong pemerintah untuk memperkuat disiplin fiskal melalui pengelolaan utang dan belanja negara yang lebih pruden. Menurutnya, kepercayaan pasar hanya dapat dijaga apabila terdapat bauran kebijakan fiskal dan moneter (policy mix) yang kredibel, seimbang, dan saling mendukung.

Sebagai langkah konkret, Bidang Ekuin DPP PKS merekomendasikan agar BI memperkuat koordinasi strategis dengan pemerintah dalam mengamankan devisa hasil ekspor (DHE).

Menurut Handi, BI perlu mengoptimalkan perannya dalam mengatur, mengawasi, dan menyediakan instrumen penempatan DHE, termasuk DHE sumber daya alam (SDA), melalui instrumen seperti surat utang negara maupun surat berharga syariah negara (SBSN) berdenominasi valuta asing di pasar perdana domestik.

"Menjaga rupiah tidak bisa hanya bertumpu pada intervensi pasar oleh BI. Harus ada koordinasi yang proaktif dengan pemerintah untuk memastikan devisa hasil ekspor benar-benar masuk dan menetap di dalam sistem keuangan domestik. Kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter yang kuat akan menjadi jangkar utama stabilitas makroekonomi nasional di tengah ketidakpastian global," pungkas Handi.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya