Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Iran Ancam Balas Ukraina usai Kapalnya Diserang di Laut Kaspia

SELASA, 28 JULI 2026 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran melontarkan ancaman keras kepada Ukraina setelah sebuah kapal dagang berbendera Iran diserang di Laut Kaspia. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan ilegal yang bertentangan dengan Piagam PBB.

Dalam konferensi pers mingguan, Baghaei memperingatkan bahwa Ukraina harus bersiap menghadapi balasan tak terduga dari tindakannya. 


"Tindakan Ukraina ini adalah tindakan yang sepenuhnya ilegal dan tidak dapat dibenarkan, bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta tindakan petualangan berbahaya yang pasti tidak akan kami balas. Pasti akan menjadi hal yang tak terduga," tegasnya, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.

Pernyataan itu menguatkan sikap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang sehari sebelumnya menegaskan bahwa negaranya akan memberikan respons atas serangan yang menewaskan seorang pelaut Iran. 

Araghchi menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berada di balik serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.

"Zelensky telah menyerang kapal dagang Iran, menewaskan seorang pelaut," seraya menyebut insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB yang dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya.

Menlu Iran juga mengaku telah menyampaikan sikap Iran kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. 

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu menyebabkan kapal meledak, menewaskan seorang pelaut dan melukai beberapa lainnya.

Dalam pernyataan resminya, Teheran juga membantah tuduhan terlibat dalam perang Rusia-Ukraina dengan menegaskan bahwa Iran tidak pernah ikut campur dalam konflik antara kedua negara itu.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengklaim pasukannya berhasil melancarkan serangan jarak jauh ke Laut Kaspia yang menyasar kapal-kapal pengangkut muatan militer terkait Iran serta sebuah kapal perang. 

Sementara itu, intelijen Ukraina menyatakan serangan drone ditujukan kepada kapal-kapal kargo yang dikenai sanksi internasional dan diduga digunakan untuk mengangkut logistik militer antara Iran dan Rusia. 

Sebagai bentuk protes, Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran dan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan tindakan permusuhan dan kriminal.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya