Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Emiten Energi Global Berguguran Usai Harga Minyak Jatuh

SELASA, 28 JULI 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga saham sejumlah perusahaan minyak dunia melemah pada penutupan perdagangan Senin, 27 Juli 2026, seiring anjloknya harga minyak mentah setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Prospek dimulainya kembali pembicaraan gencatan senjata meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu aksi jual pada minyak mentah yang kemudian menekan kinerja saham-saham sektor energi.

Di Bursa Efek London (LSE), saham Shell turun 1,7 persen menjadi 3.248,5 Pence, setelah sempat menyentuh level 3.232,5 Pence. Sebagai perbandingan, saham perusahaan tersebut ditutup di level 3.305,5 Pence pada perdagangan Jumat pekan lalu. Pence adalah satuan pecahan mata uang Pound Sterling Inggris (GBP).


Pelemahan yang lebih dalam dialami BP. Saham perusahaan itu merosot 3,7 Persen menjadi 528,3 pence dari posisi penutupan sebelumnya di 548,4 Pence. Sementara itu, Harbour Energy mencatat penurunan terbesar di antara emiten yang dipantau, yakni 6,1 persen menjadi 240,45 Pence dari 256,2 Pence pada penutupan perdagangan Jumat.

Penurunan saham-saham energi sejalan dengan koreksi tajam harga minyak mentah. Menurut Proactive Investors, harga minyak Brent turun 6,1 persen menjadi 90,87 Dolar AS per barel pada Senin, setelah pada pekan lalu sempat menembus level 101 Dolar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 5,5 persen menjadi 84,37 Dolar AS per barel. Sebelumnya, minyak acuan AS tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan, yakni di atas 93 Dolar AS per barel pada Kamis.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya