Berita

Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House

Dunia

Trump Sesumbar AS Punya Cadangan Energi 1.000 Tahun

SELASA, 28 JULI 2026 | 10:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang menarik perhatian terkait kekuatan energi negaranya. 

Dalam sebuah pidato di fasilitas General Motors di Milford, Michigan pada Senin, 27 Juli 2026, waktu setempat, Trump mengklaim bahwa AS memiliki cadangan energi yang sangat besar sehingga mampu memberi keunggulan dibandingkan China.

Menurut Trump, Amerika memiliki sumber daya energi yang melimpah, mulai dari minyak hingga bahan bakar, yang dapat menopang kebutuhan negara dalam jangka waktu sangat panjang.


"Kita memiliki cadangan bensin untuk seribu tahun. China tidak," kata Trump, dikutip Selasa 28 Juli 2026.

Trump menilai besarnya cadangan energi domestik membuat AS lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada negara lain. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang membuat posisi Amerika lebih kuat dalam persaingan ekonomi dan geopolitik global.

Ia juga mengatakan keunggulan tersebut akan semakin besar jika sumber daya energi di kawasan Belahan Bumi Barat turut diperhitungkan. Trump bahkan menyinggung Venezuela, yang dikenal memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.

"Kita punya lebih banyak minyak. Nah, jika Venezuela ditambahkan, kita benar-benar punya lebih banyak minyak," ujarnya.

Meski demikian, Trump tidak menyertakan data atau bukti yang mendukung klaim bahwa AS memiliki "cadangan bensin untuk 1.000 tahun". Pernyataan itu disampaikan dalam konteks dorongannya agar Amerika terus meningkatkan produksi energi dalam negeri.

Sejumlah analis energi menilai ketahanan energi suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya cadangan sumber daya. Faktor lain seperti tingkat produksi, konsumsi, cadangan yang terbukti secara ilmiah, teknologi, hingga kebijakan energi juga sangat memengaruhi kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan energinya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya