Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Reli Bursa Eropa Berlanjut, DAX Cetak Level Tertinggi Hampir Tiga Pekan

SELASA, 28 JULI 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin 27 Juli 2026 waktu setempat,, didorong turunnya imbal hasil obligasi pemerintah dan meredanya kekhawatiran inflasi. 

Sentimen positif juga datang dari jeda sementara konflik Amerika Serikat-Iran selama tiga malam berturut-turut yang memunculkan harapan kelancaran ekspor energi dari Timur Tengah.

Indeks Euro STOXX 50 naik tipis ke level 6.290, sementara STOXX Europe 600 menguat 0,2 persen menjadi 645,6.


Di Jerman, DAX 40 melonjak lebih dari 1 persen hingga menembus 25.400, tertinggi dalam hampir tiga pekan. Kenaikan dipimpin SAP yang melesat hingga 7,8 persen setelah meluncurkan fase kedua program pembelian kembali saham senilai €10 miliar. Penguatan juga ditopang Deutsche Telekom yang naik 2,6 persen dan Rheinmetall sebesar 1,3 persen, meski Siemens Energy turun 2 persen dan E.ON melemah 2,5 persen akibat penurunan harga energi.

Di Inggris, FTSE 100 naik 0,4 persen ke atas 10.780 dan mencatat penutupan tertinggi sejak akhir Februari. Kenaikan dipimpin Vodafone yang melonjak hampir 5 persen setelah membukukan pertumbuhan pendapatan layanan di atas ekspektasi. AstraZeneca naik 1,7 persen dan GSK menguat lebih dari 2 persen. Sebaliknya, saham energi dan pertambangan melemah, dengan BP turun 2,6 persen, Shell terkoreksi 0,9 persen, dan Glencore merosot 3,4 persen.

Di Prancis, CAC 40 menguat 0,4 persen ke level 8.406, didorong sektor keuangan dan barang mewah. BNP Paribas naik 2,1 persen, AXA bertambah 1,2 persen, sementara Hermès, Kering, dan LVMH juga mencatatkan kenaikan. Namun, TotalEnergies, Engie, dan STMicroelectronics ditutup di zona negatif.

Sementara itu, FTSE MIB Italia menguat 0,5 persen ke level 52.055, didorong penguatan saham perbankan dan otomotif. UniCredit naik 1,6 persen setelah memperoleh rekomendasi positif dari analis, sedangkan Ferrari memimpin penguatan indeks dengan lonjakan 4,3 persen berkat perkembangan program buyback saham.

Di tengah reli pasar, sektor semikonduktor justru tertekan. Kekhawatiran atas belanja besar industri kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya persaingan dari produsen chip Tiongkok memicu aksi jual pada saham teknologi. ASML anjlok 8,4 persen, Infineon turun 4,5 persen, dan STMicroelectronics melemah 1,7 persen.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya