Berita

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Pengunduran Diri Gubernur BI Tidak Menggoyang Kepercayaan Investor

SENIN, 27 JULI 2026 | 17:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo diperkirakan tidak akan berimbas signifikan terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, laju Rupiah lebih banyak disetir oleh sentimen global dan fundamental ekonomi ketimbang pergantian pucuk pimpinan bank sentral.

"Dampak pengunduran diri Gubernur BI terhadap nilai tukar Rupiah akan relatif terbatas. Faktor yang lebih dominan tetap berasal dari sentimen global, seperti arah suku bunga bank sentral utama, geopolitik, hingga arus modal," kata Yusuf dalam keterangannya, Senin, 27 Juli 2026.


Dari sisi domestik, Yusuf menyebut perhatian pasar dan investor asing lebih tertuju pada ketahanan ekonomi nasional serta konsistensi BI dalam mengawal stabilitas mata uang dan inflasi.

"Bagi investor asing, yang utama bukan semata siapa yang memimpin, melainkan bagaimana BI menjalankan mandatnya. Kredibilitas menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi tetap jadi kunci utama," jelasnya.

Selain itu, sinergi antara BI dan pemerintah dalam mengawinkan kebijakan moneter dan fiskal dinilai vital untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

"Selama koordinasi terjaga dan arah kebijakan BI konsisten, pergantian gubernur tidak akan mengubah kepercayaan investor secara signifikan," tegas Yusuf.

Ia memandang, momen transisi ini menjadi ujian independensi dan kredibilitas bagi institusi BI. Jika proses transisi berjalan mulus, gejolak di pasar keuangan dipastikan hanya bersifat sesaat.

Di sisi lain, penunjukan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI dinilai menjadi langkah tepat untuk memberi kepastian pasar.

"Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar. Rekam jejaknya sebagai ekonom juga sangat kuat," tutupnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya