Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

SABTU, 25 JULI 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup dengan pergerakan beragam pada perdagangan Jumat, 25 Juli 2026, waktu setempat. Investor masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta aksi jual saham-saham semikonduktor, sehingga membatasi penguatan pasar.

Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 235,60 poin atau 0,46 persen ke 51.947,25. S&P 500 hanya menguat tipis 0,05 persen ke 7.411,98, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,64 persen ke 24.975,82. Penguatan saham Apple sebesar 3,5 persen menjadi salah satu penopang utama kenaikan Dow.

Sektor teknologi, khususnya saham produsen chip, menjadi beban terbesar pasar. Intel anjlok hampir 8 persen, meski sebelumnya melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. 


Saham Broadcom turun 2,7 persen, Advanced Micro Devices (AMD) melemah 3,3 persen, Micron Technology merosot 7 persen, sementara ETF semikonduktor VanEck Semiconductor (SMH) turun sekitar 3 persen.

Pasar sebenarnya sempat menguat pada awal perdagangan setelah muncul laporan bahwa Pakistan, dengan dukungan China, sedang menjajaki kemungkinan membuka kembali jalur perundingan damai antara AS dan Iran. Namun sentimen positif itu memudar setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menggelar rapat dengan para penasihat utama dan anggota kabinet untuk mempertimbangkan peningkatan serangan terhadap Iran.

Trump sebelumnya mengatakan dirinya hampir mengambil keputusan terkait operasi militer yang lebih besar terhadap Iran.

"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kita semua sudah siap untuk itu," kata Trump dalam wawancara dengan Axios.

Ketidakpastian tersebut membuat investor enggan mengambil risiko menjelang akhir pekan. Meski harga minyak sempat turun akibat kabar peluang negosiasi, minyak kembali memangkas pelemahannya setelah laporan mengenai rencana rapat Trump tersebut. 

Secara mingguan, pasar saham AS juga masih mencatat pelemahan. S&P 500 turun 0,6 persen, Nasdaq merosot 2,1 persen, sementara Dow Jones melemah 0,4 persen, sekaligus mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya