Berita

Khitanan massal bagi anak-anak di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 18 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi IKA FISH UNJ)

Nusantara

KNPI dan IKA FISH UNJ Bantu Masyarakat Lewat Khitanan Massal di Bekasi

SENIN, 20 JULI 2026 | 02:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melalui Bidang Kesehatan berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (IKA FISH UNJ) menggelar khitanan massal bagi anak-anak di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 18 Juli 2026. 

Sebanyak 17 anak berusia 4 hingga 12 tahun mengikuti kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong melalui kolaborasi antara organisasi kepemudaan, alumni perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.


Ketua Bidang Kesehatan DPP KNPI, dr. Fachrurozy Basalamah, mengatakan khitanan massal tidak sekadar memberikan bantuan layanan kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.

"Khitan memiliki manfaat medis yang telah banyak dibuktikan, mulai dari menjaga kebersihan organ reproduksi, menurunkan risiko infeksi, hingga membentuk perilaku hidup bersih sejak usia dini. Karena itu, kegiatan ini bukan semata-mata memenuhi tradisi atau nilai keagamaan, melainkan juga bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan masyarakat," ujar Fachrurozy dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2926. 

Menurut dia, masih banyak keluarga yang menunda pelaksanaan khitan karena keterbatasan biaya maupun akses terhadap layanan kesehatan. Kondisi tersebut, kata dia, perlu dijawab melalui gerakan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Kehadiran organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial seperti inilah yang menjadi fondasi pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKA FISH UNJ, Dr. Rasminto, menilai kegiatan tersebut merupakan implementasi konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengatakan, pengabdian tidak cukup diwujudkan melalui seminar atau diskusi akademik, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, alumni harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat akan memiliki makna ketika dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat itu sendiri," ujar Rasminto.

Menurutnya, sinergi antara alumni, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan merupakan contoh bagaimana modal sosial dapat dioptimalkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas.

"Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Tri Dharma tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi terus hidup melalui kontribusi para alumninya. Ketika jejaring akademik dipadukan dengan kepedulian sosial, maka perguruan tinggi benar-benar hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan masyarakat," katanya.

Sekretaris Desa Sukajadi, Acep Sunasep, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai khitanan massal sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada DPP KNPI dan IKA FISH UNJ atas kepeduliannya kepada warga Desa Sukajadi. Program ini sangat bermanfaat dan disambut dengan antusias oleh masyarakat. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujar Acep.

Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari kolaborasi berbagai elemen bangsa.

"Semoga program khitanan massal ini dapat berlanjut dan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya