Berita

Ketua PBNU Savic Ali. (Foto: Antara)

Politik

Jelang Muktamar NU, Savic Ali: Relasi NU dan Negara Jangan Terus Dihindari

MINGGU, 19 JULI 2026 | 14:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengusulkan agar Muktamar NU ke-35 membahas secara terbuka relasi NU dengan negara. Menurutnya, isu tersebut selama ini ramai diperbincangkan warga nahdliyin, tetapi justru cenderung dihindari dalam forum resmi organisasi.

Pernyataan itu disampaikan Savic dalam Halaqah Pra Muktamar NU ke-35 bertajuk Masa Depan Nahdlatul Ulama: Kepemimpinan Abad Kedua di Pondok Pesantren Luhur Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.

Savic mengatakan, mundurnya jadwal Muktamar hingga akhir Agustus seharusnya dimanfaatkan tim materi untuk memperkaya substansi pembahasan, termasuk isu-isu kebangsaan yang menjadi perhatian masyarakat.


"Saya sempat menyampaikan agar tim materi menjangkau isu-isu yang masih menjadi kegelisahan masyarakat, isu kebangsaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan," ujarnya.

Menurut Savic, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah relasi NU dengan negara.

"Ada satu isu yang saya kira sangat penting, selalu muncul di media sosial, soal relasi NU dan negara, tetapi belum pernah diobrolkan sepanjang ini atau punya kecenderungan dihindari," katanya.

Ia mengakui berkembang anggapan bahwa pembahasan isu tersebut kerap dihindari karena muncul persepsi PBNU terlalu dekat dengan pemerintah. Namun, menurut Savic, organisasi sebesar NU justru harus membuka ruang bagi seluruh pandangan.

"Bagi saya, gagasan apa pun harus diakomodasi. Itu bagian yang membuat NU bisa bertahan sampai hari ini karena semua gagasan didengarkan, dipahami perspektifnya," tegasnya.

Savic berharap hasil Halaqah Pra Muktamar dapat menjadi masukan resmi bagi tim penyusun materi Muktamar NU ke-35 sehingga berbagai persoalan strategis yang berkembang di tengah masyarakat tidak luput dari pembahasan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya