Berita

Representative Image (Foto: Ilustrasi AI)

Dunia

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

MINGGU, 19 JULI 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah kembali meluas setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Kuwait pada Sabtu waktu setempat, 18 Juli. 

Serangan tersebut menghantam fasilitas minyak milik negara, pembangkit listrik, hingga instalasi pengolahan air, memicu kerusakan material yang cukup besar serta mengganggu aktivitas penerbangan di negara Teluk tersebut.

Kantor Berita Kuwait (KUNA) melaporkan Kuwait Petroleum Corporation (KPC) mengonfirmasi salah satu fasilitas minyaknya menjadi sasaran serangan Iran.


Serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas migas dan mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka-luka. 

Pada hari yang sama, fasilitas pembangkit listrik dan pengolahan air juga dilaporkan diserang sehingga beberapa unit pembangkit terpaksa dinonaktifkan.

Departemen Pemadam Kebakaran Kuwait menyebut seorang pekerja dan seorang petugas pemadam mengalami cedera saat menangani kebakaran yang dipicu oleh serangan tersebut. 

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan upaya pemadaman sekaligus menilai tingkat kerusakan pada berbagai infrastruktur strategis yang terdampak.

Pemerintah Kuwait mengecam keras aksi tersebut dan menuduh Teheran sengaja menjadikan fasilitas sipil sebagai target. 

"Penargetan berulang terhadap fasilitas-fasilitas vital ini menunjukkan pendekatan permusuhan sistematis yang menargetkan lokasi sipil dan infrastruktur vital yang membahayakan nyawa dan keselamatan warga sipil," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Serangan ke Kuwait terjadi sehari setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketujuh secara berturut-turut. 

Sebagai balasan, Iran dilaporkan memperluas serangannya ke sejumlah negara Teluk yang tidak terlibat langsung dalam konflik, termasuk Kuwait dan Bahrain, menggunakan rudal serta drone.

Dampak serangan juga merembet ke sektor transportasi udara. Kuwait Airways mengumumkan telah menjadwalkan ulang sebagian besar penerbangannya setelah operasional Bandara Internasional Kuwait sempat dihentikan sementara menyusul meningkatnya ancaman keamanan akibat serangan tersebut.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya