Berita

Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli. (Foto: Istimewa)

Politik

Monumen Kudatuli Dibangun di Markas PDIP

MINGGU, 19 JULI 2026 | 06:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menjelang Peringatan 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli, akan diresmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 2026.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri  kuliah umum bertajuk "Jalan Buntu Reformasi" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu 18 Juli 2026.

"PDI Perjuangan juga akan mengadakan khususnya kegiatan pada tanggal 27 Juli 2026 nanti berupa peresmian suatu monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi," kata Hasto.


Ia menilai peringatan 30 tahun Kudatuli menjadi momentum penting bagi bangsa untuk merefleksikan praktik kekuasaan yang otoriter dan anti-kritik.

"30 tahun Kudatuli menyadarkan bahwa kekuasaan yang otoriter itu ketika dibiarkan, maka yang ada adalah suatu kekacauan dan kegelapan terhadap masa depan," kata Hasto.

Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan sekaligus sejarawan, Bonnie Triyana mengingatkan bahwa peristiwa Kudatuli menjadi akselerator gerakan reformasi, membuka jalan bagi pluralisme politik, sekaligus menunjukkan mahalnya harga kebebasan sipil yang dinikmati masyarakat hari ini.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku memiliki utang secara politik kepada peristiwa Kudatuli, karena jalan politik yang ia tempuh hingga menjadi Wakil Gubernur Jakarta dibuka oleh keberanian korban peristiwa 27 Juli 1996.

"Kudatuli belum selesai, setidaknya dalam tiga hal. Yang pertama, keadilan belum selesai," kata Rano Karno.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya