Berita

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di wilayah DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

MINGGU, 19 JULI 2026 | 01:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di berbagai satuan pendidikan menjadi langkah penting untuk mengubah wajah masa pengenalan sekolah menjadi lebih aman, menyenangkan, inklusif, dan memuliakan setiap murid.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta  yang juga pemerhati pendidikan Fahira Idris menilai, MPLS Ramah 2026 sudah berada pada arah yang tepat karena menempatkan anak sebagai pusat pendidikan. 

Sekolah tidak hanya mengenalkan ruang kelas, guru, teman, tata tertib, dan lingkungan sekolah, tetapi juga mulai mengenali potensi, kebutuhan, karakter, kondisi sosial-emosional, serta kesiapan belajar murid baru.


“Ini bukan sekadar agenda awal tahun ajaran, tetapi pintu pertama anak mengenal sekolah sebagai rumah kedua. Anak harus merasa aman, diterima, dihargai, dan gembira sejak hari pertama,” kata Fahira Idris di Jakarta, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurut Senator Jakarta ini, semangat MPLS Ramah juga penting karena menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi perpeloncoan, kekerasan fisik maupun psikologis, pungutan yang memberatkan, atribut yang tidak edukatif, kegiatan yang tidak relevan, maupun pelibatan pihak yang tidak semestinya.

Meski demikian, Fahira menilai pelaksanaan MPLS Ramah 2026 perlu menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan pada 2027 semakin kuat, merata, dan berdampak.

Fahira melihat keberhasilan MPLS tidak cukup diukur dari selesainya kegiatan lima hari, tetapi dari apakah budaya ramah anak benar-benar berlanjut sepanjang tahun ajaran.

Untuk penguatan MPLS Ramah 2027, ke depan agar memperkuat evaluasi berbasis pengalaman murid, memperkuat pengawasan dan kanal pengaduan, memperkuat kesiapan guru dan panitia MPLS.

Berikutnya memperkuat keterlibatan orang tua sejak pra-MPLS hingga pasca-MPLS,  memperkuat pemerataan kualitas MPLS di semua daerah dan jenjang, memperkuat materi karakter yang relevan dengan tantangan anak hari ini, dan memastikan nilai MPLS Ramah menjadi budaya sekolah sepanjang tahun.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya