Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kemenkeu Ungkap Tiga Keunggulan ORI030 di Tengah Volatilitas Pasar

SABTU, 18 JULI 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai Surat Berharga Negara (SBN) ritel, khususnya Obligasi Ritel Indonesia seri ORI030, menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik di tengah tingginya volatilitas pasar keuangan sepanjang 2026.

Analis Keuangan Negara Ahli Madya Bidang Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kemenkeu, Chandra AS Wibowo, mengatakan kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian membuat investor semakin mengutamakan instrumen yang menawarkan keamanan, kepastian, dan fleksibilitas.

"Volatilitas sangat tinggi. Maka investor mencari tiga hal, yaitu keamanan, kepastian, dan fleksibilitas. SBN ritel, salah satunya ORI030, memiliki ketiga komponen itu," kata Chandra dalam acara UOB Media Literacy Circle di Jakarta, dikutip Sabtu 18 Juli 2026. 


Dari sisi keamanan, Chandra menjelaskan ORI030 dijamin oleh negara sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah. 

ORI030 juga dianggap lebih ramah bagi investor baru karena menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate), dijamin oleh negara, serta tidak mengharuskan investor memantau pergerakan pasar setiap hari sebagaimana investasi saham.

"Risiko default-nya bisa dikatakan mendekati nol selama negara ini masih berdiri," ujarnya.

Sementara dari sisi kepastian, ORI030 menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate), yakni 6,9 persen untuk tenor tiga tahun dan 7 persen untuk tenor enam tahun. Selain itu, pajak atas kupon obligasi hanya sebesar 10 persen, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20 persen.

"Secara umum, SBN ritel menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dengan potongan pajak yang lebih rendah," kata Chandra.

Ia juga menyoroti rekam jejak pembayaran kupon SBN ritel yang dinilai konsisten sejak pertama kali diterbitkan pada 2006. Menurutnya, pembayaran kupon selalu dilakukan tepat waktu setiap tanggal 15, termasuk pelunasan pokok saat jatuh tempo.

Selain itu, ORI030 juga memiliki fleksibilitas karena dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Dengan karakteristik tersebut, investor tetap memiliki kesempatan mencairkan investasinya sebelum jatuh tempo apabila diperlukan.

"Di saat kondisi ekonomi seperti sekarang, ORI030 menjadi salah satu alternatif investasi yang aman, memberikan kepastian, sekaligus menawarkan imbal hasil yang kompetitif bagi investor individu," ujar Chandra. 

Hingga 16 Juli 2026, realisasi penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI030 mencapai Rp21,9 triliun. Capaian tersebut diraih ketika masa penawaran baru berjalan sekitar separuh dari periode penawaran 6-30 Juli 2026, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen obligasi negara.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya