Berita

Halaqah Pra Muktamar NU ke-35 (Foto: RMOL)

Nusantara

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

JUMAT, 17 JULI 2026 | 19:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menyongsong perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) memasuki abad kedua, sejumlah tokoh dan kalangan pesantren akan menggelar Halaqah Pra Muktamar NU ke-35 bertajuk "Masa Depan Nahdlatul Ulama: Kepemimpinan Abad Kedua" di Komplek Pesantren Luhur Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.

Forum tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat arah kepemimpinan organisasi yang tetap berpegang teguh pada Khittah Nahdlatul Ulama 1926 sekaligus mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur'an dan doa bersama yang dilaksanakan pada Jumat malam, 17 Juli 2026, di lingkungan Pesantren Luhur Ciganjur.


Halaqah akan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB dan menghadirkan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama sebagai pembicara maupun pengisi acara.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Alumni Pesantren Luhur Ciganjur, KH Syaifullah Amin, dilanjutkan sambutan Pengasuh Pesantren Luhur Ciganjur KH Arif Rahman Hamid, serta Ketua PBNU Savic Ali.

Sementara itu, Mustasyar PBNU Nyai Hj Sinta Nuriyah dijadwalkan menjadi keynote speaker yang akan menyampaikan pandangannya mengenai arah kepemimpinan NU dalam menghadapi tantangan abad kedua.

Halaqah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus merumuskan pandangan strategis mengenai masa depan organisasi menjelang Muktamar NU ke-35.

Selain memperkuat komitmen terhadap Khittah NU 1926, forum itu juga diharapkan melahirkan berbagai rekomendasi terkait model kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi keilmuan, memperkuat kemandirian organisasi, serta menjawab dinamika sosial, kebangsaan, dan perkembangan global yang dihadapi warga Nahdliyin.

Halaqah Pra Muktamar ini menjadi salah satu rangkaian diskusi menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi pada periode mendatang.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya