Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

JUMAT, 10 JULI 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia bergerak menguat lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Kamis 9/ Juli 2026. 

Kenaikan ini dipicu oleh aksi perburuan harga murah (bargain hunting) setelah komoditas ini sempat menyentuh level terendah dalam sepekan terakhir. Selain itu, investor juga terus memantau eskalasi konflik di Timur Tengah serta proyeksi arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Emas spot melompat 1,3 persen ke level 4.130,58 Dolar AS per ons, seperti dilaporkan Reuters. Sehari sebelumnya, harga komoditas ini sempat merosot ke titik terendah sejak awal Juli. 


Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup menguat 1,4 persen di posisi 4.140,80 Dolar AS per ons. Sedangkan perak spot  menguat 3,4 persen menjadi 60,25 Dolar AS.

Di sisi lain, risiko geopolitik kembali mencuat setelah militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk. Ketegangan ini mengancam perjanjian gencatan senjata yang baru berjalan tiga pekan dan memicu kekhawatiran baru karena konflik berisiko menaikkan harga energi yang memicu inflasi.

Meski emas merupakan aset lindung nilai (hedging) inflasi, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tariknya karena investor cenderung beralih ke aset dengan imbal hasil (yield).

Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, pelaku pasar saat ini melihat adanya peluang sebesar 62 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang. Sikap hawkish ini sejalan dengan risalah rapat Juni yang menunjukkan kekhawatiran para pejabat bank sentral terhadap inflasi yang membandel.

Fokus investor kini tertuju pada dua agenda besar pekan depan, yaitu rilis data inflasi resmi Amerika Serikat serta kesaksian Chairman Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres terkait arah kebijakan moneter.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya