Berita

Anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

KAMIS, 09 JULI 2026 | 22:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok anggaran yang dapat melaksanakan model rekrutmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah dilakukan serentak.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan, usai menjadi narasumber kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Menemukan Formulasi Pelaksanaan Fungsi Pengawas dan Pemutus oleh Bawaslu dalam Rangka Penguatan Lembaga Pengawas Pemilu" di Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Juli 2026. 

"Saat ini kami sedang membahas APBN, Siklus Anggaran Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri," ujar dia.


Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pada saat ini Komisi II DPR masih membahas Pagu Indikatif tersebut dengan Kemendagri.

"Kami melihat bahwa disitu sudah ada satu usulan anggaran rekrutmen penyelenggara pemilu, itu berarti bahwa pemerintah membutuhkan anggaran tersebut untuk melakukan rekrutmen," sambungnya memaparkan.

Kendati begitu, Irawan menegaskan bahwa pihaknya memikirkan desain rekrutmen komisioner-komisioner penyelenggara pemilu tidak dilakukan secara bertahap, seperti yang terjadi pada Pemilu Serentak 2024.

"Ada satu desain juga yang ini juga sedang kami diskusikan di pembentuk undang-undang adalah kaitannya dengan rekrutmen serentak, teknisnya seperti apa saya belum bisa menyampaikan," urainya.

Pasalnya, lanjut Irawan, jika rekrutmen anggota KPU dan Bawaslu Daerah dilakukan mengikuti Akhir Masa Jabatan (AMJ) masing-masing, diperkirakan efektifitas penyelenggaraan pemilu tidak berjalan.

"Tetapi yang pasti, kami tidak ingin lagi dalam proses tahapan yang sangat krusial jelang pungut hitung dan pada saat rekapitulasi berlangsung terdapat proses penggantian penyelenggara pemilu," tuturnya.

"Kami ingin bahwa tahapan-tahapan yang memang bisa menunjang kesuksesan penyelenggara pemilu itu telah selesai dalam masa persiapan tidak dikerjakan dalam tahapan pelaksanaan," demikian Irawan menambahkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya