Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Rupiah Anjlok ke Level Rp18.128 per Dolar AS

Tertekan Sentimen Negatif Pasar
KAMIS, 09 JULI 2026 | 17:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore, 9 Juli 2026. 

Namun, penguatan pasar saham berbanding terbalik dengan pergerakan rupiah yang melemah hingga menembus level psikologis Rp18.100 per dolar AS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 39 poin atau 0,67 persen ke posisi 5.912.


Volume transaksi mencapai 27 miliar saham dengan nilai Rp12 triliun dan frekuensi 2,2 juta kali. Kapitalisasi pasar naik menjadi Rp10.351 triliun.

Sebanyak 327 saham menguat, 275 saham melemah, dan 190 saham lainnya stagnan.

Di pasar valuta asing, mengutip data Bloomberg, rupiah melemah 114 poin atau 0,63 persen ke level Rp18.128 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi menguatnya indeks dolar AS yang didorong meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan faktor domestik.

"Indeks dolar AS menguat usai Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah serangan Rabu malam," ujar Ibrahim dalam risetnya.

AS mengatakan serangan terbarunya merupakan tanggapan terhadap serangan hari Selasa terhadap tiga kapal tanker yang melintasi selat tersebut. Serangan tersebut mengguncang beberapa kota di sepanjang pantai selatan Iran dan menyebabkan beberapa daerah tanpa aliran listrik. 

Sementara Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menyerang situs militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan AS sebelumnya terhadap infrastruktur.

Menurut Ibrahim, eskalasi konflik tersebut mulai berdampak pada aktivitas pelayaran internasional.

"Beberapa perusahaan asuransi perang telah menyarankan perusahaan pelayaran untuk menghentikan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz, dan yang lainnya sedang meninjau ketentuan polis mereka setelah serangan kapal Iran yang diperbarui," kata Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menilai risalah rapat Federal Reserve (The Fed) juga ikut menopang penguatan dolar AS.

“Risalah rapat Fed bulan Juni yang dirilis pada hari Rabu kurang dovish daripada yang dikhawatirkan pasar, dengan para pembuat kebijakan sebagian besar terpecah pendapat mengenai perlunya kenaikan suku bunga tahun ini," kata Ibrahim.

Sementara itu dari dalam negeri, Ibrahim menambahkan percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester I-2026 menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Untuk diketahui, APBN tercatat mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 terhadap PDB hingga semester I-2026.

"Pelaksanaan APBN yang lebih cepat pada semester pertama 2026 menjadi sentimen negatif bagi pasar," tandas Ibrahim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya