Berita

Ilustrasi korupsi. (Foto: RMOL)

Hukum

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

KAMIS, 09 JULI 2026 | 12:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penggeledahan bekas restoran milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mendapat sorotan publik.

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dugaan korupsi di sektor batu bara yang disebut menyebabkan blackout listrik PLN dan mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp5 triliun.

Pada hari yang sama, rumah Febrie Adriansyah juga dilaporkan dijaga ketat oleh puluhan personel TNI usai penggeledahan berlangsung.


Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada simbol penegakan hukum semata. Ia mengingatkan agar aparat penegak hukum tetap menjaga integritas dan tidak terjerumus dalam praktik korupsi.

"Korupsi bukan lagi penyakit yang menyerang dari luar. Ia telah merayap ke jantung sistem peradilan itu sendiri. Aparat penegak hukum, polisi, jaksa, dan hakim yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, rentan menjadi bagian dalam praktik rasuah," kata Didik lewat akun X miliknya, Kamis, 9 Juli 2026.

Didik mengingatkan, jika aparat penegak hukum justru menjadi bagian dari praktik korupsi, maka dampaknya akan sangat besar terhadap eksistensi negara hukum.

"Ironis jika dibalik seragam atau toga yang suci, tetapi di baliknya bersembunyi koruptor kelas kakap yang menghancurkan kepercayaan publik. Jangan sampai terjadi, karena ini bisa tumbuh menjafi pola sistemik yang menggerogoti fondasi negara hukum," tegasnya.

Menurut Didik, kerusakan yang ditimbulkan akan meluas, mulai dari menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum hingga terganggunya iklim investasi akibat ketidakpastian hukum.

"Ketika penegak hukum korup, keadilan mati. Masyarakat kehilangan kepercayaan, kasus besar mandek, sementara rakyat kecil dihukum berat. Yang paling parah, norma moral bangsa rusak, korupsi bisa menjadi biasa dan bagian dari pekerjaan," ujarnya.

Karena itu, Didik menegaskan reformasi di tubuh aparat penegak hukum bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.

"Koruptor di balik baju penegak hukum adalah pengkhianat terbesar bangsa. Mereka bukan hanya mencuri uang, tapi mencuri harapan rakyat akan keadilan. Sudah saatnya kita robek kedok itu dengan tegas. Reformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika Indonesia ingin maju sebagai negara hukum yang sejati," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya