Berita

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

KAMIS, 09 JULI 2026 | 11:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ramainya usulan terkait wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, direspons Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Cucun menilai, usulan yang berasal dari DPRD Jawa Barat tersebut masih sebatas wacana dan berpotensi memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah sebaiknya lebih memprioritaskan pembangunan dibanding memperdebatkan perubahan nama provinsi. 


Ia juga mengingatkan agar setiap usulan yang menyangkut kepentingan publik disertai penjelasan yang komprehensif mengenai tujuan dan manfaatnya.

"Ya itu kan wacana usulan dari teman-teman DPRD Jawa Barat. Itu kan pasti akan terjadi pro-kontra. Itu dilempar ke publik sekarang menjadi polemik. Saya berharap justru lebih fokus ke kerja, ke kerja membangun daerah," kata Cucun kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Legislator PKB itu menegaskan, jika memang terdapat tujuan tertentu di balik usulan perubahan nama tersebut, maka hal itu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Jangan sampai hal-hal yang terkait tadi, kalau misalkan punya tujuan-tujuan tertentu merubah nama provinsi ini, publikasinya harus jelas. Tapi untuk sampai saat ini, itu kan baru hanya wacana dilempar dari teman-teman DPRD di Komisi A-nya itu," tegasnya.

Cucun juga menilai perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai latar belakang dan tujuan usulan tersebut. Sehingga publik dapat memahami substansi dari wacana yang berkembang, bukan sekadar terjebak dalam polemik.

"Ke publiknya kan harus edukasi. Tujuan dan segala macamnya apa nanti biar publik paham," ujarnya.

Lebih jauh, Cucun menilai perhatian pemerintah daerah semestinya lebih diarahkan pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di masing-masing wilayah.

"Kalau menurut saya sih justru lebih fokus bagaimana pembangunan di setiap provinsi itu," tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya