Berita

Peluncuran D-8 Halal Expo Indonesia 2026 (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Indonesia Dorong D-8 Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Halal Global

KAMIS, 09 JULI 2026 | 08:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelaran D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 diharapkan mampu memperkuat kerja sama ekonomi halal, rantai nilai halal, serta jejaring bisnis antar-negara anggota Developing 8 Organization for Economic Cooperation atau D-8 (Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki). 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta saat meluncurkan D-8 HEI di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Anis, D-8 HEI merupakan langkah nyata pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam. 


“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal,” ujar Wamenlu.

Mengusung tema “Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration”, D-8 HEI 2026 akan menjadi platform utama bagi pelaku bisnis, industri, investor, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat rantai nilai halal D-8 serta membuka akses yang lebih luas ke pasar global.

Acara tersebut akan berlangsung hingga 12 Juli 2026 dan diharapkan dapat memperkuat kemitraan ekonomi dan mendorong ekspansi kerja sama business-to-business di berbagai sektor, antara lain makanan dan minuman, kecantikan, fashion, obat-obatan, pariwisata, keuangan, serta jasa digital. 

Selain Wamenlu, acara peluncuran juga dihadiri oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan; Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahudin Al Aiyub; Anggota Badan Pelaksana BPKH, Dr. Sulistyowati; serta para duta besar negara anggota D-8 di Jakarta.

D-8 Organization for Economic Cooperation atau D-8 dibentuk pada 1997 untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan antar-negara anggota. 

Anggota D-8 terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, serta Azerbaijan yang bergabung pada 2025. Sekretariat D-8 berkedudukan di Istanbul, Turki. 

Sebagai forum kerja sama ekonomi, D-8 memiliki kekuatan kolektif yang besar dengan total populasi sekitar 1,3 miliar jiwa atau 16 persen dari populasi dunia, serta produk domestik bruto gabungan sekitar 5,1 triliun dolar AS.

Keketuaan D-8 dilaksanakan secara bergilir di antara negara anggota. Saat ini, Indonesia memegang Keketuaan D-8 untuk periode 2026-2027. 

Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi Ketua D-8 pada periode 2006-2008, yang antara lain menghasilkan penandatanganan Perjanjian D-8 Preferential Trade Agreement atau D-8 PTA di Bali. 

Sejak berlaku pada Juni 2024, D-8 PTA telah dimanfaatkan oleh eksportir nasional dengan nilai ekspor sekitar 36,4 juta dolar AS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya