Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Logam Mulia Tertekan Akibat Ketegangan Geopolitik dan Prospek Bunga Tinggi

KAMIS, 09 JULI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar komoditas logam global mengalami koreksi signifikan pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juli 2026, terseret oleh lonjakan harga minyak mentah dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. 

Tekanan pada emas dan sektor logam mulia lainnya menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan berakhirnya kesepakatan sementara dengan Iran, yang memicu kekhawatiran baru terkait lonjakan inflasi global.

Dalam pergerakan harga, emas spot terperosok 0,9 persen ke level 4.067,39 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh posisi terendahnya sejak awal Juli. 


Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup melemah 1,8 persen ke posisi 4.082,40 Dolar AS per ons. 

Penurunan ini juga menjangkiti komoditas logam mulia lainnya. Perak spot anjlok 2,9 persen menjadi 58,25 Dolar AS per ons, dan platinum merosot 3,6 persen ke posisi 1.580,92 Dolar AS per ons.

Ketegangan geopolitik kian memuncak usai Iran melancarkan serangan balasan ke fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait pasca insiden kapal tanker di Selat Hormuz. 

Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah melesat lebih dari 5 persen. Kenaikan harga energi ini dikhawatirkan memicu inflasi tinggi dan memaksa bank sentral memperketat kebijakan moneter. Walau dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga berada di tingkat yang tinggi.

Bank of America memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 sebesar 14 persen menjadi 4.360 Dolar AS per ons. Meski demikian, lembaga tersebut meyakini emas masih berpeluang menembus level 5.000 Dolar AS per ons setelah siklus pengetatan moneter berakhir.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya