Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Status Emerging Market RI Terancam, BEI Buka Komunikasi dengan S&P

KAMIS, 09 JULI 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons pengumuman S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) dalam Country Classification 2026/2027 Watchlist. 

Penyedia indeks global tersebut resmi memasukkan pasar modal Indonesia ke dalam daftar pantau (watchlist) untuk evaluasi tahun 2027, yang berpotensi menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

Sorotan utama S&P DJI tertuju pada isu transparansi pasar, hal yang sebelumnya juga sempat disinggung oleh MSCI. Jika persoalan ini tidak kunjung terselesaikan, status pasar modal Indonesia terancam diturunkan pada tinjauan mendatang.


Menanggapi situasi tersebut, BEI telah menghubungi pihak S&P DJI untuk berdiskusi secara konstruktif sekaligus memaparkan berbagai langkah reformasi yang tengah dijalankan di pasar dalam negeri.

"Sejauh ini, tadi pagi saya cek, kami masih menunggu jawaban dari mereka. Kami sudah kontak, cuma masih menunggu tanggapan dari S&P," ungkap Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, di Gedung BEI, Rabu 8 Juli 2026.

Irvan menegaskan bahwa komunikasi dengan lembaga indeks internasional seperti S&P DJI, MSCI, hingga FTSE Russell merupakan agenda rutin BEI guna memastikan seluruh kebijakan reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami secara komprehensif oleh pelaku pasar global.

Untuk meningkatkan integritas, transparansi, dan likuiditas pasar, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Self-Regulatory Organization (SRO) terus mempercepat sejumlah agenda strategis, di antaranya meningkatkan free float emiten. 

BEI menargetkan porsi free float minimum emiten mencapai 12,5 persen pada tahun depan, sebelum ditingkatkan secara bertahap hingga 15 persen pada 2029.

BEI juga melakukan penguatan pengawasan perdagangan. Fungsi surveillance dan implementasi HSC List terus diperketat guna mendeteksi serta mengantisipasi saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan yang terlalu tinggi.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen pihaknya untuk mencermati evaluasi ini dan terus mendorong terciptanya pasar modal yang wajar, teratur, dan efisien.

Isu watchlist ini langsung direspons negatif oleh pelaku pasar. Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu siang kemarin, IHSG melemah 1,11 persen (turun 66,35 poin) ke level 5.920,15.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya