Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Kementan)

Nusantara

Petani Diharapkan Mampu Adopsi Teknologi Biodiesel B100

KAMIS, 09 JULI 2026 | 03:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Usai Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 20-25 Juni 2026 lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong teknologi bioreaktor B100 berbasis minyak sawit mentah (CPO) guna mendukung pengembangan biodiesel nasional. 

Jika pemerintah saat ini sudah menerapkan B50, maka teknologi bioreaktor diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi energi terbarukan di tingkat petani dan nelayan.

Sebelumnya, inovasi berupa bioreaktor tersebut ditampilkan melalui Warehouse Hilirisasi Perkebunan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. 


Teknologi yang diperkenalkan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian itu mampu mengubah CPO menjadi biosolar B100 atau bahan bakar nabati 100 persen. 

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, mengatakan inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi energi berbasis sumber daya domestik. 

"Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transisi energi nasional berbasis sumber daya domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak," ujar Djufry dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 8 Juli 2026.

Menurut dia, pengembangan teknologi hilirisasi perkebunan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian sektor pertanian Indonesia di tengah tantangan energi dan pangan yang terus berkembang. Modernisasi pertanian, lanjutnya, tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pemanfaatan teknologi dan hilirisasi dinilai penting agar komoditas perkebunan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. 

"Inovasi seperti bioreaktor CPO menjadi B100 adalah contoh nyata bagaimana riset dan teknologi dapat menjawab kebutuhan energi nasional,” tegas Djufry.

Kehadiran Warehouse Hilirisasi Perkebunan dalam PENAS XVII tidak hanya menjadi sarana pameran teknologi. Kementan menargetkan inovasi tersebut dapat diterapkan secara nyata oleh petani dan pelaku usaha di berbagai daerah.

"Melalui Gelar Teknologi ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak berhenti di laboratorium atau pameran, tetapi benar-benar sampai dan dapat diadopsi oleh petani di lapangan. Hilirisasi harus menjadi gerakan bersama agar perkebunan kita semakin berdaya saing dan berkelanjutan," ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi petani yang selama ini lebih banyak berperan sebagai produsen bahan baku. Melalui hilirisasi, komoditas perkebunan diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Sebelum pembukaan resmi PENAS XVII oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau sejumlah stan Gelar Teknologi yang dipamerkan pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Warehouse Hilirisasi Perkebunan yang menampilkan teknologi pengolahan biosolar B100 berbahan baku CPO. Selain itu, dipamerkan pula teknologi produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menggunakan metode kering yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Warehouse Hilirisasi Perkebunan juga menampilkan berbagai produk turunan komoditas perkebunan yang mendukung program pangan bergizi dan pencegahan stunting. Produk yang dipamerkan antara lain Minyak Makan Merah, Oleofood Sawit, Jamur Sawit, Gula Merah Sawit, serta berbagai produk pangan berbasis sawit yang kaya Vitamin A dan Vitamin E.

Keberadaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan energi terbarukan. Pengembangan industri berbasis perkebunan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

Sejumlah pengunjung menilai teknologi bioreaktor CPO menjadi gambaran konkret tentang peran sektor perkebunan dalam mendukung ketahanan energi nasional.Selain memperkenalkan B100, pameran tersebut juga memberikan edukasi mengenai pengembangan biodiesel bertahap seperti B35 hingga B50. 

Dalam kebijakan yang dijalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah telah mendorong implementasi biodiesel bertahap seperti B35, serta peta jalan menuju B40 hingga B50 sebagai bagian dari strategi transisi energi. 

Kementan menilai teknologi B100 dapat menjadi penguat hilir dari kebijakan tersebut, terutama dalam memperluas sumber energi berbasis sawit domestik. PENAS XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Desa Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menjadi ajang temu karya, inovasi, kemitraan, dan kolaborasi antara petani, nelayan, penyuluh pertanian, pemerintah, akademisi, serta pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya