Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Di Bawah Supervisi Danantara

BRI Sukses Tekan Cost of Fund dan Perkuat Profitabilitas

RABU, 08 JULI 2026 | 19:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI konsisten menunjukkan keberhasilan transformasi bisnis melalui penguatan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. 

Strategi yang berfokus pada peningkatan dana murah (CASA) berhasil mendorong penurunan biaya dana (cost of fund/CoF) sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. 

Capaian tersebut sejalan dengan agenda penguatan fundamental dan penciptaan nilai (value creation) yang didorong melalui Danantara di lingkungan BUMN. 


Perbaikan struktur pendanaan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam mengelola biaya dana secara lebih optimal, sehingga Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga profitabilitas, memperkuat daya saing, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund BRI yang turun dari 2,98 persen pada Triwulan I-2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I-2026 atau turun sebesar 65 basis poin.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu strategi utama dalam program transformasi yang tengah dijalankan Perseroan.

"Adapun tingginya volume transaksi terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant dan QRIS BRI. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko," ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Juli 2026.

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut menopang kinerja Perseroan secara keseluruhan. Hingga Triwulan I-2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY mencapai Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan meningkat 13,7 persen menjadi Rp15,5 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa Danantara terus mendorong transformasi menyeluruh pada perusahaan-perusahaan BUMN agar memiliki fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan.

"Danantara hadir untuk memastikan BUMN tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko," ujar Dony.

Menurutnya, penguatan risk management dan tata kelola merupakan fondasi utama agar BUMN mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

"Kami ingin membangun risk management dan tata kelola yang kuat karena hanya perusahaan yang dikelola dengan baik yang dapat sustain di masa depan," pungkasnya. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya