Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Serangan AS ke Iran Bikin Turun Harga Bitcoin

RABU, 08 JULI 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar kurang menyenangkan datang dari pasar kripto, di mana harga Bitcoin kembali melemah pada perdagangan 24 jam terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global dan memanasnya ketegangan geopolitik.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu, 8 Juli 2026, Bitcoin tercatat turun 1,02 persen ke level 62.490 Dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang menyusut sekitar 0,97 persen. Tekanan terutama dipicu oleh meningkatnya sikap investor yang menghindari aset berisiko (risk-off), menyusul memanasnya konflik setelah serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran, serta masih lemahnya permintaan di pasar spot.

Meski ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana masuk (inflow) sebesar 266 juta Dolar AS pada 7 Juli, aliran dana tersebut belum cukup untuk mengubah sentimen pasar. Pasalnya, inflow itu terjadi setelah beberapa pekan arus keluar, sehingga investor masih cenderung berhati-hati.


Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini bergerak di sekitar level support penting di kisaran 62.000-62.500 Dolar AS. Harga juga berada di area retracement Fibonacci 50 persen, yang umumnya menjadi zona konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Selain itu, volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir turun 18,64 persen, menandakan aktivitas transaksi masih relatif sepi dan belum ada tekanan beli maupun jual yang dominan. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 50,34 atau masih dalam kondisi netral, sehingga pergerakan harga diperkirakan masih terbatas dalam kisaran tertentu.

Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat di akhir Juli. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda melandai, sentimen terhadap aset berisiko seperti Bitcoin berpotensi membaik. Namun untuk saat ini, area 62.000-62.500 Dolar AS masih menjadi level krusial yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya