Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House)

Sepak Bola

Trump Akui Hubungi FIFA soal Balogun: Itu Bukan Pelanggaran

SELASA, 07 JULI 2026 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengakui bahwa dirinya memang menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan atas kartu merah yang diterima penyerang Timnas AS, Folarin Balogun.

Berbicara di Gedung Putih pada Senin, 6 Juli 2026, waktu AS, Trump menegaskan ia hanya meminta agar insiden tersebut ditinjau ulang karena meyakini keputusan wasit keliru. Ia juga mengatakan dirinya tidak melihat tindakan Balogun sebagai pelanggaran yang layak diganjar kartu merah.

"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu sebuah pelanggaran," kata Trump, dikutip Selasa 7 Juli 2026.


Menurutnya, insiden yang melibatkan Balogun dan pemain Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic, hanyalah benturan biasa dalam pertandingan sepak bola.

"Saya tidak berpikir itu pelanggaran. Saya melihatnya sebagai dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling berbelit. Itu bukan seseorang yang sengaja memukul wajah lawannya. Itu situasi yang berbeda," ujarnya.

Trump juga memuji keputusan FIFA yang akhirnya membatalkan hukuman Balogun.

"Saya pikir mereka membuat keputusan yang sangat brilian. Keputusan wasit memberikan kartu merah itu mengerikan," katanya.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia memahami keputusan akhir bukan dibuat oleh Gianni Infantino secara pribadi, melainkan oleh Komite Disiplin FIFA yang memiliki kewenangan penuh dalam menangani kasus tersebut.

Pernyataan Trump muncul sehari setelah FIFA memutuskan membatalkan hukuman larangan bermain terhadap Balogun. Sebelumnya, penyerang berusia 25 tahun itu mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Saat pertandingan berlangsung, wasit Raphael Claus sempat membiarkan permainan berlanjut. Namun setelah mendapat rekomendasi dari VAR dan meninjau tayangan ulang di monitor, ia mengubah keputusannya dan mengusir Balogun karena tekel yang mengenai pergelangan kaki Muharemovic.

Komite Disiplin FIFA kemudian meninjau ulang insiden tersebut dan memutuskan membatalkan sanksi larangan bermain. Dengan keputusan itu, Balogun dinyatakan dapat tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar. Banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Belgia juga telah ditolak.

Di tengah kontroversi tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa keputusan mengenai Balogun diambil melalui proses yang independen dan bebas dari campur tangan politik.

"Saya telah melihat komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan Balogun. Saya ingin menegaskan kembali prinsip dasar tata kelola FIFA," kata Infantino.

Ia menjelaskan bahwa badan peradilan FIFA bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta mengambil keputusan berdasarkan fakta dan peraturan yang berlaku.

"Apakah kita secara pribadi menyukai suatu keputusan atau tidak, itu tidak relevan. Menghormati lembaga independen dan supremasi aturan adalah hal yang menjaga integritas kompetisi dan kredibilitas FIFA setiap saat," ujar Infantino.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya