Berita

Tim Nasional Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia dalam pertandingan yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat (AS). (Foto: Istimewa)

Publika

Viking Menghentikan Irama Samba

SENIN, 06 JULI 2026 | 13:08 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

LIMA bintang di dada Brasil memang sanggup membuat banyak lawan ciut nyali. Namun, bangsa Viking tampaknya tidak pernah diajarkan untuk takut pada nama besar. 

Di MetLife Stadium, mereka datang bukan untuk mengagumi sejarah Brasil, melainkan untuk menulis sejarah mereka sendiri.

Brasil mengawali laga persis seperti yang diperkirakan banyak orang. Permainan mengalir dari kaki ke kaki, penguasaan bola dikuasai Selecao, dan tekanan terus mengarah ke pertahanan Norwegia. 


Ketika hadiah penalti datang pada menit ke-13, seisi stadion seolah sudah bersiap menyaksikan gol pembuka.

Hanya saja, Ørjan Nyland belum mengizinkan naskah itu terjadi. Kiper Norwegia membaca arah tendangan Bruno Guimarães dengan sempurna dan menepis bola. 

Momen itulah yang perlahan mengubah jalannya pertandingan. Sepak bola memang punya cara unik mengajarkan pelajaran: peluang emas yang disia-siakan sering kali berubah menjadi harapan bagi lawan.

Brasil tetap lebih banyak menguasai bola sepanjang babak pertama. Namun, dominasi itu tidak cukup untuk merobohkan pertahanan Norwegia yang bermain disiplin. 

Martin Ødegaard mengatur ritme dengan tenang, sementara Haaland lebih banyak menunggu daripada terburu-buru. Penyerang hebat memang tidak harus sering menyentuh bola. Ia hanya perlu hadir pada saat yang paling menentukan.

Memasuki babak kedua, Norwegia mulai keluar dari tekanan. Masuknya Andreas Schjelderup memberi tenaga baru di sektor serang. Sementara itu, Carlo Ancelotti merespons dengan memasukkan Neymar dan Endrick agar daya gedor Brasil semakin tajam.

Alih-alih menemukan gol, Brasil justru mulai meninggalkan ruang di lini belakang.

Kesempatan itu tidak disia-siakan Norwegia.

Menit ke-79, Schjelderup mengirim umpan silang yang akurat ke kotak penalti. Haaland menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Alisson.

1-0.

Gol itu memaksa Brasil menyerang habis-habisan. Namun, ketika terlalu sibuk mencari gol penyeimbang, mereka lupa menjaga pintu belakang. 

Lagi-lagi Schjelderup menjadi kreator. Lagi-lagi Haaland menjadi algojo. Kali ini lewat sepakan keras yang menghujam pojok gawang.

2-0.

Bangsa Viking ternyata tidak membutuhkan banyak penguasaan bola. Mereka hanya membutuhkan kesempatan. Dan ketika kesempatan itu datang, mereka mengayunkan "kapak" dengan presisi yang membuat Brasil tak sempat menghindar.

Brasil akhirnya memperkecil kedudukan lewat penalti Neymar pada masa tambahan waktu. Sayangnya, gol itu datang terlambat. Peluit panjang tetap memastikan kemenangan 2-1 untuk Norwegia sekaligus mengakhiri perjalanan sang pemilik lima gelar juara dunia.

Malam itu bukan hanya tentang dwigol Haaland. Itu adalah malam ketika Norwegia menorehkan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bola mereka. 

Bangsa yang sejak dahulu dikenal berani mengarungi lautan dan menghadapi tantangan tanpa gentar, kini menunjukkan semangat yang sama di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sementara Brasil harus menerima satu kenyataan sederhana: lima bintang di dada memang menghadirkan rasa hormat sebelum pertandingan dimulai. Namun, setelah peluit berbunyi, sejarah tidak ikut berlari mengejar bola.

Brasil datang membawa irama Samba. Norwegia datang membawa semangat Viking. Dan ketika pertandingan usai, yang dikenang dunia bukan lagi indahnya tarian Samba, melainkan sebuah saga baru tentang Haaland dan bangsa Viking yang berhasil membuat raksasa lima kali juara dunia bertekuk lutut.

*Pemain Bola Kampung

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya