Berita

Logo PDIP. (Foto: RMOL)

Politik

Perseteruan Jokowi dan PDIP Nyaris Tak Ada Obatnya

RABU, 01 JULI 2026 | 17:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Simbol menginjak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga memunculkan spekulasi politik terkait persaingan antara PSI yang kini dibina Jokowi dan PDIP.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, setiap tindakan politik yang melibatkan Jokowi dan mendapat respons dari PDIP hampir selalu berkembang menjadi perdebatan panjang.

"Kalau sudah bicara tentang Jokowi dan direspons oleh PDIP, diskusinya bisa ke mana-mana. Sesuatu yang kelihatannya sederhana, dalam konteks bagaimana hubungan politik Jokowi dan PDIP, itu pasti ramai, pasti menjadi kompleks, dan terjadi kegaduhan yang tidak berkesudahan," ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 1 Juli 2026.


Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari pecahnya hubungan politik antara Jokowi dan PDIP pada Pemilu 2024.

Menurut Adi, perseteruan politik antara Jokowi dan partai yang pernah mengusungnya selama dua periode sebagai presiden tampaknya masih akan terus berlanjut.

"Saya kira perseteruan Jokowi dan PDIP, apa pun judulnya, entah itu langsung ataupun tidak langsung, ini nyaris tak ada obatnya dan sepertinya akan tidak berkesudahan entah sampai kapan pun," ujarnya.

Adi bahkan mengibaratkan konflik politik keduanya seperti perselisihan di dalam sebuah keluarga yang sulit didamaikan.

"Perang yang paling menyakitkan itu, dan bahkan tidak ada obatnya, adalah perang saudara. Itulah yang kemudian disimbolisasi PDIP dan Jokowi, mirip perang saudara yang tidak ada ujungnya," katanya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya