Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

Rencana Prabowo Pangkas BUMN Akhiri Tumpang Tindih Lini Usaha

SENIN, 29 JUNI 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rencana Presiden Prabowo Subianto memangkas jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 250 entitas dinilai akan meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah.

Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengatakan penyederhanaan jumlah BUMN akan menghilangkan tumpang tindih lini usaha yang selama ini terjadi di antara perusahaan-perusahaan milik negara.

"Bisnis BUMN akan lebih efisien karena satu lini bisnis tidak perlu ditangani oleh banyak BUMN yang justru menimbulkan inefisiensi," kata Herry kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.


Menurut Herry, restrukturisasi tersebut juga akan membuat setiap BUMN memiliki fokus bisnis yang lebih jelas. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi saling bersaing atau menjalankan bidang usaha yang sama.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, penyederhanaan jumlah BUMN juga dinilai akan mempermudah pemegang saham, termasuk Danantara, dalam melakukan pengawasan serta mengambil keputusan strategis.

"Kontrol pemegang saham, seperti Danantara, akan jauh lebih efektif," ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut akan mengembalikan BUMN pada bisnis inti (core business) masing-masing. Selama ini, menurut Herry, masih banyak perusahaan pelat merah yang mengembangkan usaha di luar bidang utamanya.

"BUMN akan fokus pada bisnis intinya, tidak seperti sekarang yang banyak menjalankan bisnis non-core. Misalnya, BUMN pupuk ikut bisnis air minum atau usaha lainnya," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMN yang selama bertahun-tahun dinilai sarat persoalan dan membebani keuangan negara.

“Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini ya kita sudah tahulah, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” kata Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.

Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan BUMN. Ke depan, jumlah entitas tersebut akan terus dikurangi hingga hanya tersisa sekitar 250 perusahaan.

“Dari 1000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah, ya. Gimana Pak Dony? Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," ungkapnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya