Berita

FORBES NU Gelar Rembug Warga (Foto: Istimewa)

Politik

Jelang Muktamar 2026, FORBES NU Gelar Rembug Warga Ini yang Dibahas

SABTU, 27 JUNI 2026 | 14:55 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sejumlah kader, akademisi, pengasuh pesantren, dan pegiat masyarakat sipil yang tergabung dalam Forum Bersama (FORBES) NU 26 akan menggelar Rembug Warga NU Serial II bertajuk "Dana, Kekuasaan, dan Independensi PBNU: Siapa Membiayai, Siapa Memengaruhi" menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Koordinator FORBES NU, KH Abdul Waidl, mengatakan muktamar tidak hanya menjadi momentum memilih pemimpin baru, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat sistem tata kelola organisasi.

"Muktamar bukan hanya momentum memilih pemimpin, tetapi juga kesempatan memperkuat sistem. NU yang besar membutuhkan tata kelola yang besar pula: transparan, akuntabel, dan independen dari segala bentuk intervensi kepentingan," ujar Abdul Waidl dalam keterangan resmi, Sabtu, 27 Juni 2026.


Menurutnya, tantangan terbesar NU saat ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan membangun sistem organisasi yang mampu menjamin transparansi dan akuntabilitas siapa pun yang memimpin. 

Selama hampir satu abad, kekuatan NU bertumpu pada kepercayaan warga, keteladanan para kiai, serta tradisi pengabdian yang tumbuh dari pesantren dan masyarakat.

"NU dibangun oleh keringat warga, para kiai, dan jaringan pesantren. Karena itu, masa depan organisasi tidak boleh ditentukan oleh logika kekuasaan atau ketergantungan pada segelintir pemodal. Independensi organisasi adalah syarat utama agar NU tetap mampu menjadi penuntun moral bagi bangsa," tuturnya.

Forum tersebut akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi, kemandirian sumber pendanaan, hingga penguatan hubungan antara struktur kepemimpinan dan warga NU di tingkat akar rumput.

FORBES NU menilai persoalan pendanaan organisasi perlu dibicarakan secara terbuka melalui tata kelola yang profesional, bukan sekadar menjadi polemik politik.

"Organisasi yang besar tidak diukur dari seberapa kuat menutup kritik, tetapi dari seberapa berani membuka ruang evaluasi dan memperbaiki diri. Kepercayaan warga hanya dapat dijaga melalui transparansi dan akuntabilitas," kata Abdul.

Rembug Warga NU akan digelar di Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 13.00–17.00 WIB. Acara akan berlangsung dalam format Syawir Terbuka yang memberikan ruang dialog langsung antara narasumber dan warga NU.

Forum ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Prof. Dr. Ali Muktiyanto, Rektor Universitas Terbuka periode 2025–2030, yang akan membahas relasi pendanaan, kekuasaan, dan independensi organisasi; Dr. KH Amin Mudzakkir, pengasuh Pesantren Bustanul Ulum Tasikmalaya, yang akan mengulas perspektif fikih dana umat dan etika kepemimpinan; serta Khoirun Nikmah, Direktur Eksekutif INFID, yang akan memaparkan praktik terbaik transparansi dan tata kelola organisasi masyarakat sipil. Diskusi akan dipandu oleh advokat pergerakan Anom Surya Putra.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya