Berita

Menteri Keuangan tahun 1998, Fuad Bawazier (tengah). (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Fuad Bawazier: Banyak yang Mulai Menggoyang saat Prabowo Tertibkan SDA

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 20:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto menata pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan devisa ekspor nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Menurut Fuad, upaya penertiban sektor strategis tersebut penting untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Hal itu disampaikan Fuad saat menjadi pembicara dalam Talkshow Mahasiswa Bicara bertema "Bangun Persatuan Nasional, Tegakkan Pasal 33" yang digelar Koalisi Bangun Negeri Oleh Mahasiswa Indonesia (Bangsa Muda) di Mattea Social Space, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat, 19 Juni 2026.


Dalam paparannya, Fuad menjelaskan bahwa semangat Pasal 33 UUD 1945 telah diwujudkan melalui penguasaan negara atas sektor minyak dan gas bumi sejak Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 pasca Dekrit Presiden 1959.

Menurutnya, prinsip serupa perlu diterapkan terhadap berbagai komoditas strategis lain yang menjadi kekayaan bangsa.

"Makanya sekarang sama Pak Prabowo mulai ditertibkan. Bukan hanya migas, tapi yang lain harus tertib," kata Fuad.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari nikel, batu bara, emas, torium, uranium hingga berbagai mineral strategis lainnya yang bernilai tinggi di pasar global.

Karena itu, penguatan peran negara dalam pengelolaan ekspor komoditas dinilai akan berdampak positif terhadap penerimaan devisa dan stabilitas ekonomi nasional.

"Kalau ekspornya dikuasai negara, semua devisanya akan masuk ke negara dan ekonomi kita akan stabil karena jumlahnya besar," ujarnya.

Fuad kemudian menyinggung sejumlah negara kaya energi seperti Arab Saudi dan Qatar yang mampu membangun kekuatan ekonomi karena mengendalikan pengelolaan sumber daya strategisnya.

Namun demikian, Fuad mengingatkan bahwa upaya penataan SDA tidak akan berjalan mulus karena menyentuh kepentingan pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan besar dari pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

"Nah, ketika ini akan ditertibkan, mulai digoyang lagi, semuanya akan digoyang. Ini bergolak mengapa? Karena mereka nanti akan ketahuan. Mereka sebetulnya sudah mengambil harta kita luar biasa dan menaruhnya di luar negeri," tegasnya.

Karena itu, Fuad mengajak mahasiswa dan masyarakat mengawal pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 agar kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan sesuai tujuan.

"Kita harus fokus supaya program ini bisa jalan. Kalau sekali jalan, Insya Allah kita akan selalu stabil dan kita akan menang," pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya