Berita

Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam. (Foto: Dokumentasi Fraksi PDIP)

Politik

PDIP Desak Pemerintah Tinjau Harga BBM Usai Minyak Dunia Turun 4 Persen

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah didesak segera mengevaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul penurunan harga minyak dunia sekitar empat persen dalam perdagangan pada Senin, 16 Juni 2026. Penyesuaian harga dinilai perlu dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari membaiknya kondisi pasar energi global.

Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam. Menurutnya, selama ini masyarakat selalu diminta memahami kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi ketika harga minyak dunia melonjak. Karena itu, ketika harga minyak global turun, masyarakat juga berhak menikmati dampak positifnya.

"Maka ketika perang mereda, Selat Hormuz kembali aman, dan harga minyak dunia turun, rakyat juga menuntut hal yang sama, manfaatnya harus segera dirasakan,"* kata Mufti kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.


Mufti menilai pemerintah tidak boleh menerapkan logika yang berbeda dalam menyesuaikan harga BBM. Ia mengingatkan agar penurunan harga minyak dunia tidak justru direspons dengan berbagai alasan untuk menunda penyesuaian harga di dalam negeri.

*"Jangan sampai logikanya hanya berlaku satu arah. Saat harga minyak naik, harga BBM cepat menyesuaikan, tetapi saat harga minyak turun, yang muncul justru berbagai alasan untuk menunda penyesuaian,"* ujarnya.

Ia menegaskan, harga BBM memiliki dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat karena memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari biaya transportasi hingga daya beli masyarakat.

Karena itu, Mufti meminta pemerintah melakukan evaluasi harga BBM secara terbuka dan berbasis kondisi pasar terkini. Menurutnya, apabila ruang untuk menurunkan harga sudah tersedia, maka langkah tersebut seharusnya tidak ditunda.

"Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengevaluasi harga BBM secara transparan. Jika memang ruang penurunan sudah tersedia, jangan ditunda," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya