Berita

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan bersama Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian saat penandatanganan MoU Jaminan Produk Halal yang digelar di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Jakarta (Foto: Istimewa)

Nusantara

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah strategis diambil oleh ESQ Corp dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam mempercepat program jaminan produk halal nasional. 

Kedua lembaga resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait Pembangunan Budaya Organisasi, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Talenta di Kantor BPJPH, Jakarta. Kolaborasi ini berfokus pada penguatan integritas SDM demi menyongsong regulasi wajib halal yang akan berlaku beberapa bulan lagi.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengungkapkan bahwa halal kini bukan lagi sekadar isu keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi standar kualitas universal yang diakui secara global oleh berbagai negara maju dengan perspektif mereka masing-masing.


“Amerika memandang halal sebagai simbol kesehatan, halal is symbol of health. Korea melihat halal sebagai standar kebersihan yang berlipat, halal is double clean. China menilai halal sebagai peluang ekonomi, halal is good economic. Sementara Inggris mengaitkan halal dengan keberlanjutan lingkungan, halal is going back to green, halal is save the world*,” ujar Haikal, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 19 Juni 2026.

Menanggapi visi besar tersebut, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal kebijakan wajib sertifikasi halal yang akan diimplementasikan mulai Oktober 2026. ESQ akan menggerakkan jaringan alumninya yang masif di seluruh Indonesia sebagai motor sosialisasi.

“BPJPH memiliki visi yang sangat mulia, apalagi mulai Oktober mendatang sertifikat halal akan diwajibkan. Kedatangan kami ke sini adalah untuk mendukung program tersebut. Jaringan alumni ESQ yang berjumlah 2,5 juta orang akan ikut mensosialisasikan dan mendukung agar program ini berhasil,” tegas Ary.

Ary menambahkan bahwa momentum ini merupakan perluasan dari misi ESQ yang selama ini berfokus pada pembangunan karakter.

“Dulu ESQ berbicara tentang hati yang dihalalkan, sekarang makanannya, kosmetiknya, dan seluruh produknya juga harus halal. Ini adalah bagian dari transformasi besar yang harus kita dukung bersama,” lanjutnya.

Ary pun menggarisbawahi bahwa regulasi yang kuat harus diimbangi dengan kualitas manusia yang menjalankannya. Aspek budaya kerja dan manajemen talenta yang presisi menjadi fondasi utama.

“Dengan misi yang sebesar ini, tentu harus didukung oleh corporate culture yang kuat, integritas yang kuat, serta manajemen talenta yang presisi. Pada akhirnya, misi tersebut dijalankan oleh manusia yang memiliki integritas dan talenta. Itulah yang akan kami lakukan untuk mendukung agar program ini berhasil,” pungkas Ary.

Acara penandatanganan yang berlangsung Kamis 18 Juni 2026 dihadiri oleh jajaran petinggi BPJPH, di antaranya Deputi Bidang Kemitraan dan Standarisasi Halal Abd. Syakur, Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat Salamet Burhanudin, Direktur Kemitraan dan Kerjasama Fertiana Santy, Kepala Pusat dan Informasi Nurhanudih, serta Kepala Pusat Pengembangan SJPH Indayani.

Selain itu, hadir pula tamu kehormatan internasional dan akademisi seperti Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia Barbara Szymanowska, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, serta Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya