Berita

Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing menjadi tersangka baru kasus tata kelola program MBG. (Foto: RMOL/Bonfilio Putra)

Publika

Inilah Glory Harimas Sihombing Tersangka ke-6 Skandal Megakorupsi BGN

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 06:29 WIB

SATU per satu koruptor di tubuh BGN dikandangin Kejagung. Sebelumnya telah dikerangkeng  eks Kepala BGN Dadan Hindayana; eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung; kaki tangan Sony, Asep Yusuf Somantri (AYS); dan Komisaris PT. Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono.

Sekarang giliran Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR), Glory Harimas Sihombing (GHS) masuk kandang. 

Glory Harimas Sihombing ditangkap Kamis malam 18 Juni 2026 ke Kejagung. Pria dengan latar belakang pendidikan Biologi ITB angkatan 2010-2014 ini ternyata bukan pejuang pangan, melainkan broker titik dapur paling keji yang pernah ada. 


Nuan bayangkan betapa busuknya otak orang ini. Lulusan ITB yang pernah kerja di McKinsey, LinkAja, SYSTEMIQ, Global Founders Capital, bahkan jadi Founding Partner Global Green Capital dan CEO Carbon Offset Asia. Semua prestasi hijau dan sustainability itu ternyata hanya kedok untuk menutupi nafsu rakusnya. 

Diminta langsung oleh Dadan Hindayana, Glory diberi akses penuh ke informasi titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Padahal aturan jelas. Dapur-dapur itu seharusnya didirikan yayasan sekolah penerima manfaat yang lolos verifikasi resmi BGN. 

Tapi apa yang dilakukan si Glory? Dia mengumpulkan titik-titik berharga itu lewat yayasannya, lalu menjualnya secara gelap kepada siapa saja yang mau bayar mahal untuk jadi mitra MBG!

Skema jual beli titik dapur ini benar-benar ibarat pasar malam korupsi. Satu titik SPPG dijual dengan harga rata-rata ratusan juta rupiah, minimal Rp100 juta per titik. 

Uang dari hasil penjualan itu, baik dalam rupiah maupun mata uang asing, lalu mengalir deras secara rutin sejak tahun 2025 ke kantong Dadan Hindayana. Tunai, tanpa malu-malu. 

Glory dapat akses komunikasi dengan tim verifikator BGN, bisa atur-atur siapa yang lolos verifikasi, siapa yang ditolak, dan siapa yang boleh menguasai dapur-dapur strategis. 

Akibatnya? Jumlah SPPG meledak di luar kendali. Anggaran negara terkuras habis-habisan. 

Sementara anak-anak miskin di daerah 3T mungkin masih makan seadanya atau bahkan tidak bergizi sama sekali. Ini bukan korupsi biasa, ini pembunuhan massal terhadap harapan bangsa!

Lebih parah lagi, skandal ini bukan cuma soal jual beli titik. Ada klaster mark-up gila-gilaan. 

Pembelian 20.801 motor listrik yang dibengkakkan hingga Rp1,1 triliun, mark-up puluhan ribu televisi 75 inci, dan ribuan sepatu. 

Semua demi menggemukkan kantong gerombolan manusia yang pura-pura peduli rakyat. 

Si lae Glory dengan pengalaman bisnisnya yang “internasional” itu ternyata cuma jadi penghubung yang lihai antara pejabat BGN haus duit dan para investor lapar proyek. 

Dadan kasih akses, Glory atur pasar gelap, uang suap mengalir balik, lingkaran setan yang membuat darah kita mendidih.

Kejagung memang sedang gencar membersihkan, tapi rasanya masih kurang. Berapa banyak lagi tikus-tikus besar yang belum ketahuan? 

Berapa banyak yayasan bodong yang kini kaya mendadak dari penderitaan anak bangsa? 

Program yang digadang-gadang sebagai unggulan Prabowo ini malah jadi ladang korupsi paling memalukan di era ini. 

Glory dan gerombolannya bukan hanya mencuri uang, mereka mencuri masa depan jutaan anak Indonesia yang seharusnya bisa makan bergizi gratis tanpa harus jadi korban keserakahan elite.

Kita harus marah. Sangat marah. Karena setiap rupiah yang dikorupsi itu adalah air susu anak yatim, gizi balita kurus, dan mimpi orang tua miskin yang putus asa. 

Glory masuk kandang adalah awal yang baik. Jangan berhenti di situ. Bongkar semuanya sampai ke akar-akarnya, agar tidak ada lagi penjahat muka malaikat, terlihat intelek yang berani main-main dengan perut rakyat kecil. 

Sementara itu, mahasiswa terus mendesak Program MBG dihentikan. Muhammadiyah menilai, MBG lebih banyak mudharatnya. 

Di sidang MK juga sedang berlangsung gugatan memastikan anggaran MBG tidak masuk Pendidikan. Dari semua itu, ada pihak yang sangat rakus mendesak MBG tetap jalan. 

Gunakan mahasiswa misterius dan demo tandingan dari emak-emak. Tunggu drama berikutnya.

Rosadi Jamanib
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya