Berita

Menteri Perdagangan sekaligus Ketua DPP Partai Amanat Nasional Budi Santoso. (Foto: Dokumentasi PAN)

Politik

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 23:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Meredanya ketegangan geopolitik yang ditandai dengan kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat menjadi secercah harapan baru bagi stabilitas ekonomi dunia. 

Normalisasi arus perdagangan global, terutama kembali dibukanya Selat Hormuz sebagai jalur logistik vital, memberikan ruang napas bagi rantai pasok energi dan komoditas internasional.

Forum Intelektual Muda (FIM) memandang momentum ini sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk melakukan akselerasi ekonomi nasional. 


Namun, FIM menekankan bahwa peluang ini tidak akan memberikan dampak optimal jika tidak dibarengi dengan langkah strategis dan evaluasi tajam terhadap tata kelola perdagangan domestik.

"Kita sedang berada di titik balik yang krusial. Pembukaan kembali jalur perdagangan global harus disikapi oleh Pemerintah dengan mitigasi kebijakan yang tangguh dan tata kelola yang adaptif. Pertanyaannya, apakah mesin ekonomi kita, khususnya di sektor perdagangan, sudah siap bergerak secepat pemulihan ekonomi dunia?" ujar Co-Founder FIM, Muhammad Sutisna dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menilai bahwa selama ini, kinerja Kementerian Perdagangan masih belum menunjukkan performa yang selaras dengan ambisi besar Presiden dalam mewujudkan visi Asta Cita. 

Berbagai tantangan domestik, mulai dari stabilisasi harga hingga penguatan daya saing UMKM di pasar global, dinilai belum tertangani secara komprehensif dan transformatif.

Oleh karena itu, sebagai bentuk tanggung jawab moril terhadap keberlangsungan ekonomi bangsa, FIM secara tegas mendesak evaluasi total tata kelola Perdagangan:

“Pemerintah perlu segera melakukan audit kebijakan dan mitigasi terhadap hambatan perdagangan untuk memaksimalkan manfaat dari normalisasi Selat Hormuz bagi komoditas ekspor Indonesia,” jelas Sutisna.

Ia juga menekankan perlunya penyegaran kepemimpinan Kemendag di bawah Menteri Budi Santoso.

“Bapak Presiden perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap posisi Menteri Perdagangan. Diperlukan sosok yang lebih visioner, taktis, dan memiliki rekam jejak yang kuat dalam mewujudkan keadilan ekonomi serta mampu mengawal visi Asta Cita secara nyata, bukan sekadar administratif,” imbuh dia.

Masih kata Sutisna, kinerja kementerian teknis harus diorientasikan pada penguatan fondasi ekonomi kerakyatan dan daya saing industri nasional agar tidak hanya menjadi penonton dalam arus perdagangan global yang kembali terbuka.

"Asta Cita bukan sekadar narasi politik, melainkan janji kesejahteraan yang harus diturunkan dalam tindakan nyata. Jika pos-pos strategis tidak diisi oleh orang-orang yang mampu berlari seirama dengan visi tersebut, maka momentum perbaikan ekonomi global akan terbuang percuma," tutup Sutisna.

FIM berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik dan memberikan masukan konstruktif demi tercapainya kedaulatan dan kesejahteraan ekonomi bangsa yang berkeadilan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya