Berita

Anggota Komisi VII DPR, Andhika Satya Wasistho. (Foto: Istimewa)

Politik

Andhika Satya Minta TVRI Transparan soal Hak Siar Piala Dunia

Soroti Anggaran dan Modernisasi Siaran
KAMIS, 18 JUNI 2026 | 20:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

TVRI diminta mempercepat modernisasi infrastruktur penyiaran dan transformasi digital di tengah penurunan pagu indikatif anggaran yang diterima lembaga penyiaran publik tersebut.

Anggota Komisi VII DPR, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pandangan itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR bersama TVRI, RRI, dan Antara terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Andhika, TVRI memiliki peran strategis sebagai lembaga penyiaran publik yang bertugas menyediakan layanan informasi, pendidikan, dan budaya bagi masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).


“TVRI bukan media yang berorientasi keuntungan. Kehadirannya sangat penting untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses informasi yang merata,” ujar Andhika dikutip Kamis 18 Juni 2026..

Politikus Partai Golkar itu menilai dukungan pendanaan tambahan, termasuk melalui skema pinjaman luar negeri, harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas layanan publik. 

Ia meminta TVRI memprioritaskan modernisasi pemancar, peningkatan kualitas jaringan, digitalisasi proses produksi, serta penguatan siaran daerah.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap siaran televisi digital maupun informasi nasional. Karena itu, peningkatan infrastruktur penyiaran dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain menyoroti persoalan anggaran, Andhika juga mempertanyakan besaran biaya hak siar Piala Dunia yang disebut mencapai sekitar 80 juta Dolar AS

Ia mengaku menerima informasi bahwa nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan biaya hak siar yang dibayarkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. 

Berdasarkan data yang diterimanya, Thailand disebut mengeluarkan sekitar 40 juta Dolar AS, sementara Malaysia sekitar 35 juta Dolar AS. Adapun China disebut berada di kisaran 60 juta Dolar AS.

Atas dasar itu, Andhika meminta TVRI memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penetapan dan perhitungan biaya hak siar tersebut.

“Transparansi penting agar tidak menimbulkan persepsi pemborosan anggaran dan untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari,” tandasnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya