Berita

Proses eksekusi pengosongan Barang Milik Negara (BMN) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Hukum

119 Terduga Provokator Kerusuhan Hotel Sultan Ditangkap, Aktor Intelektual Diburu

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Gelombang penangkapan pasca-bentrokan dalam eksekusi Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat terus membesar. Sejauh ini ada 119 orang terduga provokator ditangkap Polda Metro Jaya dan dibawa ke ruang pemeriksaan, Kamis sore, 18 Juni 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menegaskan, ratusan orang tersebut ditangkap paksa setelah nekat memicu kerusuhan dan melawan petugas saat proses pengosongan aset negara di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK).

“Tindakan pengamanan ini diambil untuk memulihkan ketertiban dan mendalami siapa sebenarnya dalang di balik aksi kekerasan serta penghalangan tugas negara ini," tegas Budi Hermanto.


Budi memastikan penyidik tidak akan berhenti pada para perusuh di lapangan. Ratusan orang yang ditangkap ini bakal dikorek keterangannya secara maraton untuk memetakan kelompok mana yang menduduki kawasan tersebut secara ilegal.

Polisi kini membidik target yang lebih besar, yakni melacak siapa aktor intelektual sekaligus bandar yang mendanai mobilisasi massa bayaran tersebut.

"Kami akan cari tahu siapa yang mendanai gerakan ini," cetusnya.

Di sisi lain, Budi menyayangkan jatuhnya korban luka akibat kebrutalan massa penolak eksekusi. Tercatat ada 29 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat bentrokan hebat tersebut.

Rinciannya, korban luka terdiri dari 26 anggota Polri, satu prajurit TNI, dan dua orang dari warga sipil. Mereka terluka akibat terkena hantaman balok kayu hingga lemparan benda tumpul saat massa mengamuk di depan gerbang hotel.

Eksekusi pengosongan Barang Milik Negara (BMN) Blok 15 eks Hotel Sultan berubah menjadi medan pertempuran setelah massa simpatisan PT Indobuildco menolak mundur dan memilih bentrok dengan aparat keamanan.

Padahal, pihak aparat mengklaim sejak awal sudah mengedepankan pendekatan persuasif melalui dialog dan imbauan agar massa membubarkan diri secara sukarela.

Namun, imbauan itu justru dibalas dengan perlawanan brutal sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan total oleh pasukan gabungan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya